Para guru ….Waspada Terkena Burnout

sumber : http://guraru.org/guru-berbagi/waspada-terkena-burnout/

Saya baru pertama kali mendengar istilah burnout dari blog sahabat saya mas Agus Sampurno, setelah searching istilah kata ini ternyata banyak sekali blog yang membahas akan hal ini. Jadi tertarik untuk menulis tentang hal ini. Karena sepertinya saat ini saya mengalami gejala-gejala virus ini. Setelah membaca bebera artikel tentang burnout saya mencoba menjelaskan kembali dalam tulisan ini.

Burnout adalah sebuah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Freudenberger pada 19.73. Ia merupakan seorang ahli psikologi klinis pada lembaga pelayanan sosial di New York yang menangani remaja bermasalah. Freudenberger memberikan ilustrasi, sindrom burnout seperti gedung terbakar habis {burned-out). Suatu gedung yang mulanya berdiri megah dengan berbagai aktivitas di dalamnya, setelah terbakar, yang tampak hanya kerangka luarnya. Artinya dapat digambarkan ketika burnout menyerang dari luar segalanya tampak sempurna atau biasa saja, tetapi didalamnya kosong, penuh masalah. Burnout terjadi pada sebagian besar orang yang banyak memberikan layanan kemanusiaan, termasuk guru yang memberikan layanan pendidikan pada siswa di sekolah. Apabila terkena burnout, iaakan memiliki efek psikologis yang buruk terhadap rendahnya aspek moral, seperti membolos, telat kerja, mudah tersinggung, dan keinginan untuk pindah.

Selain bahaya diatas, burnout membuat si penderita kehilangan konsep diri dan selalu muncul sikap negatif, yang menyebabkan hati dan perasaan terhadap orang lain menjadi tumpul. Virus ini menjadi sebuah resiko yang bisa menyerang semua orang dengan beragam profesi, termasuk guru. Bahkan, menurut Kleiber Ensman, bibliografi terbaru yang memuat 2496 publikasi tentang burnout di Eropa menunjukkan 43 persen burnout dialami pekerja kesehatan dan sosial, 32 persen dialami guru (pendidik), 9 persen dialami pekerja administrasi dan manajemen, 4 persen pekerja di bidang hukum dan kepolisian, dan 2 persen dialami pekerja lainnya.

Dari pengertian diatas keluarlah istilah Teacher Burnout. Mengapa guru rentan terkena virus ini ?

Dunia guru adalah dunia mendidik dan mengajar, sangat erat dengan profesi kemanusiaan apalagi ditambah beban guru yang sangat berat dengan pekerjaan setumpuk setiap harinya. Bisa dikatakan inilah pekerjaan dengan tingkat stress tinggi, karena semua elemen dalam pendidikan diasosiasikan dengan stress: katakanlah : struktur yang birokratis, evaluasi yang terus-menerus terhadap proses dan hasil akhir, dan interaksi intensif yang terus meningkat dengan para murid, orang tua murid, rekan kerja, kepala sekolah, dan komunitas. Selain itu meningkatnya kenakalan murid, sikap apatis murid, kelas yang terlalu penuh, gaji yang tidak mencukupi, orang tua yang tidak suportif atau selalu menuntut, keterbatasan anggaran, beban administrasi yang terus meningkat, kurangnya dukungan infrastruktur, dan opini publik yang selalu negatif juga berkontribusi pada meningkatnya tingkat stress para guru di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

Lantas bagaimana mencegahnya ? siapakah yang bertanggung jawab jika guru di sebuah sekolah terjangkit virus ini ?

Sebuah lembaga sekolah dalam hal ini pengelola, mulai dari jajaran Yayasan kemudian manajemen sekolah perlu membuat langkah-langkah jitu dalam meminimalisir guru yang terjangkit burnout, karena Burnout memiliki kecenderungan untuk menular. Bila disebuah sekolah ada guru2 yang merasa tertekan dan tidak puas, guru2 lain dapat dengan mudah menjadi tidak puas, sinis, serta malas-malasan, dan tidak lama kemudian seluruh organisasi menjadi sebuah tempat yang tidak menarik dan tidak bersemangat.

Iklim sekolah dimana guru bekerja sangan berperan penting dalam mencegah hal ini. Menurut Van der Sijde (1988) dalam laporannya dia mengatakan bahwa ada hubungan yang positif antara kondisi kerja guru dan besarnya dukungan yang mereka berikan kepada para murid. Selain itu juga dilaporkan bahwa perilaku para guru bergantung pada persepsi mereka tentang seberapa baik sekolah tempat mereka bekerja berjalan.

Kesimpulannya guru memiliki peran yang penting dalam menentukan kualitas dari sekolah. Purkey (1970) berpendapat bahwa guru perlu untuk merasa berhasil serta percaya akan diri dan kemampuan mereka sebelum mereka dapat membuat murid mereka merasa hal yang sama. Bila guru merasa gagal dan/atau tidak mendapat kepuasan pribadi maka pada akhirnya yang dirugikan adalah murid dan sekolah.

Selain iklim sekolah, Sutjipto dalam penelitiannya merekomendasikan agar para pembina lapangan (dalam hal ini yayasan) harus mampu menciptakan birokrasi yang peduli pada kesulitan guru; melakukan pembinaan yang profesional; melakukan hubungan profesional yang tidak kaku, akrab, dan tidak bersikap otoriter; melakukan dukungan sosial yang cukup bermaknakepada guru; dan melakukan kebijakan pembinaan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja guru.

Setelah semuanya mendukun yang lebih penting adalah usaha guru itu sendiri. Guru seyogianya mewaspadai munculnya burnout. Selain merugikan diri sendiri, burnout juga berdampak pada pendidikan dan citra guru yang sampai hari mi perlu diperjuangkan.

Alternatif yang dapat dilakukan, antara lain, menjaga kesehatan fisik dengan olahraga rutin, makan makanan yang halal dan baik; refreshing, rekreasi, hiburan untuk menghilangkan kepenatan; meningkatkan hubungan yang harmonis dengan orang lain; meningkatkan wawasan dengan membaca, menulis, dan ikut kegiatan yang bermanfaat. Dan, jangan lupa tetap berdoa, bertakwa, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Cara saya selain hal diatas mengatasi burnout dengan melakukan kegiatan blogging dan menjalin hubungan dengan rekan-rekan seprofesi melalui jejaring sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s