Karakteristik Akuntansi Perusahaan Dagang

Selamat Sore Para siswa 😀
Hari ini P Iyan akan menjelaskan secara umum karakteristik Akuntansi Perusahaan Dagang. Sesuai dengan judulnya tentu saja karakteristik perusahaan dagang berbeda dengan karakteristik perusahaan jasa maupun perusahaan industri. Apa saja karakteristiknya, baiklah akan P Iyan jelaskan satu persatu.
Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya, perusahaan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan industri. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual produk yang tidak terlihat ( menjual produk yang abstrak ). Sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan menjual produknya tanpa mengolah terlebih dahulu produk yang di jualnya. Dan perusahaan industri adalah perusahaan yang menjual produk setelah melewati proses pengolahan sebelumnya.
1. Definisi Perusahaan Dagang
Hal pertama dari karakteristik perusahaan dagang adalah definisi perusahaan dagang itu sendiri. Berdasarkan kegiatan nya perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah membeli barang dagang dan menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut. Barang yang dijual dapat berupa bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi.
2. Ciri ciri Perusahaan Dagang 
Hal kedua dari karakteristik perusahaan dagang adalah ciri ciri utamanya. Ciri ciri perusahaan dagang adalah dilihat dari dua hal yaitu usaha yang dilakukan dan kegiatan akuntansinya.
§  Usaha yang dilakukan
Perusahaan Dagang adalah membeli barang dagang dan menjualnya tanpa mengadakan perubahan (pengolahan) terlebih dahulu.
Contoh Perusahaan Dagang yang cukup dikenal adalah PT Matahari Putra Prima, pemilik rantai toko Matahari.
§  Kegiatan akuntansi
Menggunakan Akun Persediaan Barang Dagang.
Ada penghitungan harga pokok penjualan.
Laporan laba-rugi dapat menggunakan bentuk single step (langsung) dan multiple  step (bertahap).
3. Transaksi Perusahaan Dagang
Ada beberapa transaksi yang terjadi hanya di perusahaan dagang. Transaksi transaksi ini merupakan ciri ciri dari perusahaan dagang. Beberapa transaksi transaksi yang hanya terjadi di perusahaan dagang yaitu :
§  Membeli barang dagang secara kredit.
§  Membeli barang dagang secara tunai.
§  Mengembalikan barang dagang.
§  Menerima potongan pembelian.
§  Membayar atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian.
§  Menjual barang dagang secara kredit.
§  Menjual barang dagang secara tunai.
§  Menerima kembali barang dagang yang telah dijual.
§  Memberi potongan penjualan
4. Akun akun Perusahaan Dagang
Untuk mencatat transaksi transaksi tersebut, dibutuhkan beberapa akun. Akun akun tersebut adalah sebagai berikut :
§  Akun Persediaan Barang Dagang
§  Akun Pembelian
§  Akun Retur Pembelian dan Pengurangan Harga
§  Akun Potongan Pembelian
§  Akun Beban Angkut Pembelian
§  Akun akun Perusahaan Dagang
§  Akun Penjualan
§  Akun Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
§  Akun Potongan Penjualan
5. Syarat Pembayaran Perusahaan Dagang 
Syarat pembayaran adalah perjanjian antara penjual dan pembeli untuk pembayaran barang-barang dagang yang dibeli. Dengan demikian, batas antara pembelian tunai dan pembelian kredit menjadi jelas.
Beberapa Syarat pembayaran yang lazim digunakan dalam transaksi adalah sebagai berikut

Syarat Pembayaran Artinya
2/10, n/30. jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2%, dan pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari
Syarat 2/10, 1/15, n/30 jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari atau kurang akan mendapat potongan 2%. Tetapi jika pembayaran dilakukan setelah lewat batas 10 hari sampai 15 hari, akan mendapat potongan 1%. Pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari.
n/60 pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal transaksi jual beli.
EOM harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan atau pada bulan di mana transaksi penjualan itu terjadi.

6. Syarat Penyerahan Barang
yarat penyerahan barang merupakan suatu hal yang perlu disepakati oleh pembeli dan penjual.Syarat penyerahan amat penting karena menyangkut biaya pengangkutan (pengiriman) dan risiko barang pada saat pengangkutan. Syarat mengatur siapa yang membayar biaya angkut dan siapa yang menanggung risiko atas barang tersebut mulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli. Syarat penyerahan barang yang umum dipakai adalah FOB shipping point dan FOB destination point.

Syarat Penyerahan Barang Penanggung Beban Angkut Pencatatan Transaksi
FOB Shipping Point pembeli transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang diserahkan dari gudang penjual
FOB Destination Point penjual transaksi dianggap sah jika barang telah diserahkan oleh penjual di gudang pembeli.

Mudah mudahan berguna 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s