Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Definisi Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasikan jenis transaksi yang terjadi, dan mencatatnya ke dalam jurnal khusus.

Perbedaan jurnal khusus dan jurnal umum

Aspek

Jurnal Umum

Jurnal Khusus

Format Format jurnal terdiri atas Tanggal, Akun, Keterangan, Ref, dan Jumlah yang terdiri atas debet dan kredit. Disesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenis
Pencatatan Semua transaksi dicatat hanya pada satu jurnal Transaksi dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jurnal yang sesuai.
Posting Posting jurnal ke akun buku besar akun buku dilakukan setiap hari, setiap terjadi besar transaksi Posting jurnal ke akun buku besar dilakukan secara berkala, misalnya setiap akhir bulan, tetapi tidak menutup kemungkinan setiap dua minggu atau bahkan per minggu.
Peruntukan Cocok digunakan untuk perusahaan dagang yang masih kecil. Digunakan pada perusahaan yang besar tempat transaksi sejenis sering terjadi sehingga memerlukan pencatatan khusus

Manfaat Jurnal Khusus

a. Memungkinkan pembagian pekerjaan (spesialisasi)

Jurnal umum yang mencatat semua transaksi pada satu jurnal sulit membagi pekerjaan secara baik. Lain halnya dengan jurnal khusus. Pembagian pekerjaan dapat dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal sesuai jenis transaksinya. Jadi, bagi perusahaan yang besar sangat mungkin satu orang menangani satu atau dua jurnal. Mungkin saja hanya satu orang pegawai yang diberi tugas mencatat jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Ini akan mendorong adanya spesialisasi dalam penanganan pekerjaan sehingga hasilnya semakin baik.

b. Memudahkan posting ke akun buku besar

Salah satu tujuan penyelenggaraan jurnal khusus adalah agar lebih mudah atau lebih praktis melakukan posting ke buku besar. Mengapa lebih mudah? Karena jurnal khusus dipindahkan ke akun buku besar secara berkala. Jadi, tidak perlu setiap terjadi transaksi langsung diposting ke buku besar.

c. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik

Pengendalian internal akan lebih baik apabila hanya satu orang petugas yang menangani satu atau dua jurnal khusus. Bandingkan dengan satu orang yang menangani semua jurnal!

d. Menghemat biaya

Menggunakan jurnal khusus memungkinkan penghematan biaya karena dapat menghemat kertas dan tenaga. Dengan jurnal umum, untuk loo kali transaksi yang sama dibutuhkan loo kali posting ke akun buku besar. Sedangkan pada jurnal khusus, posting dapat dilakukan satu kali saja.

Pengelompokan Transaksi pada Jurnal Khusus

Pengelompokan transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus adalah sebagai berikut.

a. Pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit dicatat pada satu jurnal khusus, yaitu jurnal pembelian. Pembelian barang dagang dan pembelian barang lainnya secara tunai dicatat pada jurnal pengeluaran kas.

b. Pengeluaran uang untuk keperluan berbagai kegiatan perusahaan dicatat pada satu jurnal khusus, yaitu jurnal pengeluaran kas. Transaksi yang dicatat pada jurnal

pengeluaran kas antara lain:

  • pembayaran utang dagang,
  • pembelian barang dagang dan barang lainnya dengan tunai,
  • pembayaran gaji, dan
  • pembayaran-pembayaran selain gaji.

c. Penjualan barang dagang secara kredit dicatat pada suatu jurnal khusus, yaitu jurnal penjualan.

d. Penerimaan uang tunai perusahaan dicatat pada suatu jurnal khusus, yaitu jurnal penerimaan kas. Penerimaan uang dapat bersumber dari:

  • penerimaan piutang,
  • penerimaan dari penjualan tunai, dan
  • penerimaan setoran modal pemilik.

Jurnal khusus masih dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika retur pembelian barang dagang secara kredit sering terjadi, dapat pula dibuat satu jurnal khusus untuk transaksi retur pembelian barang dagang secara kredit yang disebut jurnal retur pembelian dan pengurangan harga. Jika transaksi retur

penjualan secara kredit sering terjadi, maka dapat dibuatkan satu jurnal khusus untuk transaksi retur penjualan secara kredit yang disebut jurnal retur penjualan dan pengurangan harga. Namun, dalam buku ini kita hanya akan membahas empat jurnal khusus, yaitu jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, dan jurnal penerimaan kas. Jika transaksi tidak dapat dicatat pada keempat jurnal khusus tersebut, pencatatannya dilakukan pada jurnal umum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s