Kisah Kelas Berbangku Banyak & Anak-anak Buangan

100% Siswa SMA Abadi Tak Lulus

sumber : http://m.detik.com/read/2011/05/19/132701/1642472/10/kisah-kelas-berbangku-banyak-anak-anak-buangan

Muhammad Taufiqqurahman : detikNews

detikcom – Jakarta, Nama SMA Abadi di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, mendadak ‘tenar’ di media. Maklum, 100 persen siswa kelas III sekolah ini, yang hanya 7 orang, tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini. Mereka adalah anak-anak ‘buangan’ dari sekolah lain.

Pantauan detikcom, Kamis (19/5/2011), sekolah ini tampak kurang terurus. Namun bukan berarti bangunannya tidak bagus. Sekolah ini terbilang lumayan. Berlantai 2, dengan gedung yang berbentuk U mengitari lapangan tengah. Sayangnya, perawatan yang tak maksimal membuat sebagian tembok gedung berlumut.

“Sekolah berdiri sejak tahun 70-an. Pernah mendapat bantuan, tapi jarang sih,” ujar guru Sosiologi, Afgani Syam, kepada detikcom.

Sekolah ini mempunyai 20 ruang kelas. Namun karena jumlah siswanya yang menyusut, kini hanya terpakai 3 kelas. Kelas lainnya ditempati oleh SMU Mutiara Hati yang menumpang di sekolah itu.

Di sejumlah kelas, atap-atapnya tampak bocor. Termasuk di ruang kelas III, tempat 7 orang siswa yang tidak lulus UN itu belajar.

Namun ruang kelas di sekolah ini terisi penuh dengan bangku dan meja. Tiap kelas punya bangku dan meja yang berjumlah sekitar 20 pasang. Padahal, jumlah siswi jauh lebih kecil dari jumlah bangku.

“Kelas I ada 10 siswa, kelas II ada 8 orang, dan kelas III ada 7 siswa,” sebut Afgani.

Anak-anak Buangan

Afgani mengatakan ketidaklulusan 7 siswa kelas III sekolah ini membuat 10 orang guru pengajar merasa ‘terpukul’. Mereka mengakui siswanya memang banyak yang tidak belajar.

“Di sini belajar, tapi di rumah mereka tidak belajar. Baru kali ini kita mengalami ketidaklulusan seratus persen,” kata Afgani.

“Kita kaget mendengarnya, kita melakukan musyawarah dengan kepala sekolah dan guru, mungkin kita melihat kondisi anak-anak latar belakangnya tidak bagus karena semuanya anak buangan,” jelas Afgani.

Afgani bercerita, anak-anak yang diterima di sini adalah anak-anak yang bermasalah di sekolah lain. Jika tidak ada lagi sekolah yang mau terima, di SMU Abadi siap menampungnya.

“Anak yang sudah tidak diterima di sekolah lain, ya kita tampung di sini,” ucapnya.

Sementara itu, dari 7 orang siswa yang tidak lulus, 1 di antaranya adalah perempuan, dan 6 orang lainnya adalah laki-laki.

Afgani berharap sekolah ini tidak ditutup seperti ancaman Diknas Pemprov Jakarta dan bisa terus beroperasi. “Kami sih berharap sekolah ini tidak ditutup,” ujarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s