Menangkap Keberanian Berwirausaha

sumber : http://m.kompas.com/news/read/2011/05/12/14530815/menangkap-keberanian-berwirausaha

  • Penulis: Ary Wibowo
  • Editor: Latief

JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan wirausaha dapat menjadi alternatif untuk menekan angka pengganguran saat ini. Namun, ada hal mendasar yang harus dilakukan, yaitu mengubah paradigma pendidikan yang masih konseptual dengan urusan akademik.

Manajer Umum International Development Program-ABFI Institute Perbanas, Novianta Hutagalung, menuturkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanamkan pendidikan wirausaha di perguruan tinggi. Menurutnya, tahap awal yang harus dilakukan adalah mengubah paradigma pendidikan yang masih konseptual dengan urusan akademik.

“Kadang-kadang pendidikan itu tidak membuat mahasiswa berani untuk bereksperimentasi, karena terlalu dogmatis. Akibatnya, kemampuan mereka untuk berpikir di luar faktor itu menjadi sesuatu yang sulit dilakukan,” ujar Novianta kepada Kompas.com di Jakarta, pekan lalu.

Untuk itu, lanjut Novianta, pendidik mempunyai peranan sangat penting. Ia mencontohkan, di dalam kelas pendidik harus memberi kesempatan mahasiswa mengembangkan kreatifitasnya agar pendidikan wirausaha dapat berjalan secara sistematis.

“Jadi, mereka tidak hanya diberikan teori-teori, karena pendidikan tidak hanya sekedar mengajar saja, tapi juga mendorong mereka bereksperimen dan memberi kebebasan mengembangkan lingkungannya,” ujar Novanta.

Ia menambahkan, ketika mahasiswa diberikan kesempatan mengembangkan kreatifitasnya, maka harus juga digabungkan dengan dengan pelatihan-pelatihan khusus. Pelatihan tersebut harus dilakukan bersamaan dengan kesempatan untuk bekerja sama dengan orang-orang di sekitarnya. Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa mampu mengelola usahanya dengan network yang sudah ada.

Novianta mencontohkan, pendidikan kewirausahaan di Amerika Serikat (AS). Di AS saat ini banyak dikembangkan kompetensi pendidikan kewirausahaan secara mendalam. Bahkan tak jarang, pendidikan tersebut menjadi perlombaan new bussines venture dengan dukungan, baik secara teori maupun materi oleh pengusaha-pengusaha sukses.

“Memang, beberapa sudah diterapkan di sini (Indonesia) dengan dukungan bank-bank besar. Namun, seharusnya lebih baik jika dikembangkan secara sistematik, menyeluruh. Artinya, tidak hanya bersifat sporadis dan reaktif saja,” jelasnya.

Tiga Tingkatan Penting

Menurut Novianta, mengembangkan pendidikan wirausaha setidaknya perlu diperhatikan tiga tingkatan, yakni keterampilan individual, keterampilan interpersonal, dan keterampilan berorganisasi. Dalam tingkatan individual, mahasiswa diajarkan merubah mindset untuk melihat peluang dari berbagai tantangan dunia kewirausahaan.

“Agar mahasiswa dapat berpikir strategis untuk menjadi individu yang efektif dan kreatif. Sedangkan, dalam keterampilan interpersonal, mahasiswa diajarkan untuk mengembangkan jaringan yang bermanfaat bagi dirinya,” ujarnya.

Artinya, kata Novianta, mahasiswa tidak hanya sekedar mengetahui siapa saja orang yang berada dalam jaringannya. Namun, mahasiswa juga harus harus mampu mengkapitalisasi jaringannya tersebut agar ide-ide yang tertuang dapat berjalan dengan baik.

“Karena banyak sekali orang punya ide-ide bagus, tetapi kemampuan untuk mengembangkan komunikasi interpersonal skill agar idenya diterima orang itu rendah,” tambahnya.

Terakhir, lanjut Novianta, mahasiswa juga harus diajarkan tentang kemampuan berorganisasi. Tujuannya, agar mahasiswa memiliki kemampuan mengelola jaringannya, sehingga nantinya pertumbuhan bisnisnya dapat berjalan secara efektif.

“Ketiga hal ini harus berjalan secara simultan. Misalnya, kalau ada orang yang mempunyai interpersonal skill yang bagus, tetapi tidak punya organization skill yang bagus, nanti dia akan kedodoran terus. Karena, saat itu dia cuma menjadi oportunis yang mampu menangkap saja, tetapi tidak mampu mengelola peluang itu secara berkesinambungan,” ujarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s