Kualitas Tenaga Pengajar Kewirausahaan Jadi Prioritas

Jumat, 14 Januari 2011 | 03:35 WIB

Jakarta, Kompas – Pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship belum berkembang dan diterapkan secara meluas di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

”Karena itu, untuk mengembangkan pendidikan entrepreneurship, peningkatan pemahaman dan kualitas guru menjadi prioritas,” kata Pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), Ir Ciputra, Kamis (13/1), di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta.

Menurut dia, satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi kemiskinan adalah dengan entrepreneurship. ”Tidak ada jalan lain. Ubah pola pikir, nilai, karakter, dan budaya. Sayangnya, belum semua orang melihat entrepreneurship,” ujarnya.

Presiden UCEC Antonius Tanan menambahkan, kesadaran terhadap pentingnya kewirausahaan mulai tumbuh di masyarakat.

”Konsep kewirausahaan bukan sekadar berdagang, melainkan menciptakan pengusaha yang memiliki daya inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar pada bidang kewirausahaan, UCEC bekerja sama dengan Kauffman Foundation, yayasan kewirausahaan terbesar di dunia, untuk melatih dosen-dosen Indonesia dalam Global Faculty Visitor Program (GFVP) selama enam bulan di Amerika Serikat.

Dalam program tersebut, para peserta akan dilatih para pakar kewirausahaan, antara lain, dari Universitas Harvard, MIT, dan Universitas Stanford. Untuk tahun ini, Indonesia akan mengirimkan empat dosen dari Universitas Ciputra, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Bakrie. (luk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s