SMAN 4 Denpasar Go Internasional Berbasis Lokal

Saat pendirian sekolah ini menerima 4 rombongan belajar dengan level kompetensi akademik terendah pada kelompok SMA di lingkungan Denpasar. Tahun 2010 menjadi sekolah unggul nasional yang memperoleh percitraan baik dalam  forum pendidikan internasional.

Keunggulnya terwujud  karena memiliki modal utama komunitas sekolah  mampu membangun komitmen ingin berubah menjadi lebih baik.

Sekolah yang dipimpin  Drs. I Wayan Rika , MPd. kini terus  dikunjungi  banyak pihak mulai dari para petinggi, pendidik, dari berbagai penjuru datang  silih berganti. Tamu dari mancanegara pun berdatang pula.

Dari sisi kepariwisataan sekolah ini telah menjadi salah satu daya tarik Bali sebagai tujuan wisata bidang pendidikan.

Penampilan fisik sekolah ini berbeda dari kebanyakan sekolah. Penampilannya tak berbeda dengan kebanyakan hotel di Bali. Selain didukung dengan arsitektur bangunan yang indah, kebersihannya dan keindahannya mengekspresikan Bali yang kental  sekolah ini benar-benar menjadi simbol sekolah moderen berbasis kultur lokal.

Prestasi Akademik

Sekolah  diasuh oleh 70 guru  yang didukung dengan 30 orang tenaga administasi sekolah, terdiri atas 21 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 805 orang.

Dari jumlah siswa sebanyak itu dalam bidang akademik –nonakademik.  Setelah menyandang predikat sebagai sekolah rintisan SMA Bertaraf Internasional  yang memberi perhatian besar pada pembinaan siswa untuk mendapat prestasi terutama dalam berbagai perlombaaan.

Tahun  2006  terdaat 56 meraih prestasi dalam berbagai lomba.  Sejumlah 35 kejuaraan tingkat nasional, dan selebihnya berataraf lokal.

Tahun 2007 prestasi siswa maju pesat.  Sebanyak 102  berhasil meraih medali dari berbagai kejuaraan. Satu di antaranya  peraih medali perunggu internasional. Sebaran prestasi internasional, 31 berprestasi pada tingkat nasional dan sebihnya prestasi prestasi pada tingkat provinsi dan kota.

Tahun 2008  menghasilkan  147 siswa meraih prestasi dari tingkat lokal hingga nasional.  Satu prestasi tingkat internasional, 40 prestasi tingkat nasional dan selebihnya prestasi tingkat provinsi dan kota.

Pada tahun 2009 terdapat 102 peraih prestasi termasuk dalam kesertaaan siswa pada OSN yang selalu mengirim perwakilannya pada tiap tahun.

Kepemimpinan Fasilitatif

Pak Wayan telah memimpin sekolah ini selama 13 tahun. Kepemimpinannya menutur beberapa guru yang dijumpai, sangat demokratis, inovatif, dan  konsisten pada harapannya yang tinggi.

Dalam pandangan Ketua OSIS kepala sekolanya sangat terbuka, tiap ada kesempatan  pengurus OSIS selalu diberi peluang menyatakan pendapat mengenai apa yang sebaiknya sekolah lakukan.

Setiap ada pertemuan guru maupun siswa selalu mendapat tantangan untuk menyumbang pikiran mengenai langkah lebih lanjut yang harus sekolah lakukan agar lebih bermutu.

Kepala sekolah sangat antusias dalam memberi penguatan  program RSBI di sekolahnya.  Menurutnya ada tiga penguatan yang berkembang  dengan adanya program ini. Pertama peningkatan mutu profesi dan pembelajaran. Kedua, dalam pengembangan kemitraan global. Ketiga, penguatan budaya lokal.

Budaya kemitraan  dengan berbagai sekolah di luar negeri, diakui kepala sekolah, tidak pernah terpikirkan jauh sebelumnya.  Namun berkat menjadi salah satu sekolah penyelenggara RSBI, kerja sama internasional berkembang pesat, di antaranya dengan sekolah di Melborne Australia, Korea Selatan, Jepang, Malasia , juga Singapura terjalin erat.

Berkat program ini seluruh guru dan karyawan sekolah ini pernah bertukar kunjung dengan sekolah-sekolah mitra di luar negeri. Di samping guru dan karyawan  juga siswa turut ambil bagian dalam program ini.

Ketika guru dan siswa diminta keterangan apa yang mereka peroleh dari program ini. Drs. I  Dewa Putu Ngurah, menjelaskan bahwa tiap  kelompok yang pergi ke luar negeri mendapatkan pelajaran tentang hidup bersih, tentang disiplin, tentang bagaimana bekerja secara profesional. Lebih dari itu, menurut ketua  OSIS, siswa dapat menampilkan dengan penuh kebanggaan budayanya senidiri di luar negeri.

Prinsip Dasar dan Komitmen Pelayanan

Dewa Putu Ngurah, wakil kepala sekolah,  menyatakan ada prinsip dasar dalam pengelolaan sekolah yang ditanam  sejak masa pendirian. Prinsip itu terus mereka pegang teguh sebagai  nilai dasar  tindakan praktis sehari-hari. Prinsip dasar pertama adalah pendidik dan tenaga kependidikan wajib berada di sekolah  pada saat mengajar maupun tidak mengajar, datang bersama – pulang bersama pula. Kedua, siswa harus bekerja keras dan rajin belajar.

Budaya yang mereka kembangkan agar kedua prinsip itu dapat diterapkan adalah kerja sama tim pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa mereka pelihara dengan sungguh-sungguh.

Sekolah dikelola dalam kebersamaan seluruh warganya. Kerja keras siswa ditunjukkan dengan partisipasi mereka dalam memelihara tiap sudut sekolah. Semua dibagi habis oleh siswa. Sekali pun demikian, karena tidak seluruh jengkal sekolah cukup oleh tenaga siswa, setelah bangunan semakin luas sekolah juga menyediakan pelayan kebersihan yang khusus.

Program Pembelajaran

Program pelayanan belajar  sekolah sediakan sangat beragam. Selain kegiatan intra dan pengayaan terdapat pula kegiatan pembinaan berdasarkan minat siswa, seperti ; Mathematic Club, Physic Club, Chemistry Club, Biology Club, Astronomy Club, Computer Club, English Club, Social Club, Foreign Language Club program tersebut dilaksanakan dengan : alumni dan Perguruan Tinggi Setempat sebagai pembina club.

Kegiatan pengembangan  Palang Merah Remaja, KIR, Pramuka, OSIS, Olah Raga menjadi bagian lain yang tidak kalah diminati siswa.  Dari kegiatan ini lahir pula berbagai juara pada tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Hal lain yang tidak kalah menarik dan bisa kita tiru oleh sekolah mana pun yaitu; Keep Clean. Pada hari tertentu semua warga mengenakan pakaian adat dan melakukan keep clean bersama-sama untuk mewujudkan sekolah yang bersih, sejuk dan asri pokoke 7 K. Uniknya kepala sekolah dan guru terlibat dalam operasional kegiatan ini.

Kerja keras guru dan siswa ditunjukkan dengan padatnya jadwal tiap hari yaitu

  • Pembelajaran pada pukul 07.15 – pukul 13.00.
  • Istirahat tengah hari pukul 13-00 – 15.00
  • Pemantapan belajar dan ekstra kurikuler pukul 15.00 – pukul 18.00.

Menurut keterangan Pak Dewa Putu Ngurah bahwa tiap guru wajib melaksanakan tugas sesuai dengan standar yaitu 24 jam pelajaran. Berada di sekolah mulai hari Senin hingga Sabtu. Oleh karena itu pendidik siap memberi pelajaran kapan pun dan tenaga tata usaha sekolah (TAS) mendampingi aktivitas siswa dan pendidik sesuai dengan jadwal para siswa dan pendidik. Di sekolah ini pantang seorang pendidik meminta pengaturan jadwal khusus sesuai dengan keinginan masing-masing.

Pada awalnya komitmen ini dibangun melalui kesepakatan bersama pada pendidik sebagai  modal  dasar untuk mewujudkan sekolah unggul. Modal dasar ini telah menumbuhkan keyakinan bahwa membangun sekolah baik penuh perjuangan. Harapan sekolah yang tinggi itu diyakini oleh para guru di sini memerlukan waktu, proses, dan kerja keras.

Nilai dan semangat juang warga sekolah tampak pada kegiatan pelayanan belajar tambahan yang dilaksanakan pada hari Senin hingga Sabtu. Antara hari Senin hingga Rabu tiap guru sekurang-kurangnya memberi pelajaran tambahan, sekali seminggu. Hari Kamis hingga Sabtu guru juga memberi bimbingan kepada Club (kelompok minat siswa) yang terdiri atas kelompok matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris, komputer, dan yang lainnya.

Dengan sistem pelayanan belajar seperti itu, maka berdampak pada padatnya jadwal kegiatan belajar siswa dengan rentang belajar tiap hari antara pukul 07.00 hingga pukul 18.00 dengan masa istirahat pada pukul 13.00-15.00. Karena itu pula siswa sekolah ini sering diperolok menjadi pelajar SMA 6 tahun. Para siswa benar-benar menjadi harus rajin belajar.

Pelayanan belajar khusus diberika pula kepada kelompok minat khusus. Prinsip-prinsip dasar yang harus siswa kuasai sekolah selesaikan di Kelas 10. Dengan demikian siswa yang dikembangkan khusus untuk kompetisi telah menyelesaikan seluruh materi esensial SMA selama satu tahun. Selebihnya  siswa mendapat pelayanan belajar khusus untuk mempelajari materi yang menjadi bahan daya saing ke tingkat nasional dan internasional.

Tugas guru dalam memberikan pelayanan  belajar adalah sebatas materi SMA. Dan, mereka wajib menyelesaikan di kelas 10. Pembinaan tahap selanjutnya diserahkan kepada tim ahli. Dalam bidang akademik tim ahli biasanya dikordinasikan oleh pemerintah kota atau pemerintah provinsi jika akan berkompetisi di tingkat nasional.

Kegiatan belajar ditunjang pula dengan berbagai aktivitas siswa seperti  pengembangan kompetensi bidang Seni tradisional.

Berburu Bibit Unggul

Strategi lain yang sekolah kembangkan adalah berburu bibit unggul. Sekolah menyadari bahwa untuk membangun keunggulan lulusan harus dimulai dari keunggulan input siswa. Oleh karena itu sekolah berusaha menarik minat siswa terbaik dari berbagai SMP di Bali menjadi salah satu prioritas.

Untuk itu sekolah mengembangkan dua program utama yaitu melalui penelurusuran prestasi dalam lomba, seleksi siswa peraih prestasi, dan tes prestasi akademik.

Pada tiap penyelenggaraan kegiatan ulang tahun sekolah mengundang para siswa terbaik dari se-Bali mengikuti perlobaan matematika, fisika, biologi, kimia, komputer, bahasa Inggris yang meliputi debat, menceritakan sejarah, menjadi guide, menulis, kesenian, ekonomi dan berbagai bidang perlombaan lain. Dengan teknis ini sekolah memberikan peluang kepada tiga siswa terbaik pada tiap bidang dapat masuk ke SMAN 4 Denpasar tanpa tes.

Strategi berikut yang sekolah kembangkan adalah menerima siswa tanpa tes. Persyaratan yang wajib dipenuhi adalah bukti prestasi dalam berbagai perlombaan pada tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan internasional yang diperoleh secara perorangan.  Bukti prestasi yang dapat diterima  mencakup prestasi bidang akademik dan non akademik.

Strategi yang  ketiga adalah penerimaan siswa baru melalui tes prestasi akademik. Pelaksanaan kegiatan lomba menjadi agenda pertama, disusul agenda kedua seleksi prestasi, dan terakhir tes akademik. Oleh karena itu penerimaan siswa melalui seleksi akademik pada prinsipnya  mengisi ruang yang masih belum terisi melalui seleksi pertama dan kedua.

Pendukung Pembelajaran

Berbagai aktivitas siswa seperti praktikum di labolatorium labolatorium IPA menjadi pendukung pengembangan prestasi siswa. Panjangnya waktu belajar siswa di labolatorium mendorong sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berada di labolatorium sepanjang siswa membutuhkannya, kapan pun bisa. Oleh karena itu setiap ketua klub yang  memegang kunci labolatorium dan bertanggung jawa pula pada keamanan seluruh barang yang ada di dalamnya.

Administrasi Sekolah

Memperoleh  ISO telah mengubah sekolah dalam pengelolaan sistem administrasi yang selalu memenuhi standar mutu. Menurut Agung Suwartika, pelayanan administasi makin bertambah sejalan dengan berkembangnya kegiatan sekolah. Satu hal yang baru harus dihadapi dan dilaksanakannya adalah surat menyurat dalam bahasa Inggris. Kegiatan serupa ini sekolah meminta bantuan guru bahasa Inggris.

Pasca penerimaan sertifikat ISO sekolah juga telah mengubah modl administrasi surat, termasuk di dalamnya tertib arsip surat, semua berubah disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan.

Perubahan lain setelah menjadi sekolah rintisan bertaraf internasional, sekolah secara bertahap menyelenggarakan administrasi dengan dukungan penuh teknologi informasi dan komunikasi

Kepimpinan dan Tanggung Jawab

Curah pendapat untuk mendapatkan ide yang terbaik berkembang subur di sekolah ini. Setiap orang dapat mengungkapkan ide dan dihargai.  Tiap orang harus mampu mempresentasikan apa yang menurut siswa baik, dan dapat menganalisis apa yang menurut mereka masih kurang. Kebiasaan ini telah mendongkrak munculnya berbagai gagasan baru.

Gagasan baru yang OSIS usulkan untuk perbaikan mutu pembelajaran adalah OSIS menjadi salah satu komponen yang menjamin mutu pembelajaran. Setiap kelebihan guru dan kekurangan guru dalam mengajar dipantau OSIS yang bekerja sama dengan MPK. Hal ini telah kepala sekolah setujui. Karena itu, guru menjadi sangat berhati-hati dalam melaksanakan pembelajaran.

Teribatnya OSIS dalam sistem penjaminan mutu sekaligus merupakan bagian dari pendewasaan siswa untuk mengkritisi sekolah dalam memenuhi pelayanan terhadap siswa.

Untuk melaksanakan tugas tersebut menurut Ketua OSIS, Diah Acintya,  memerlukan standar prosedur yang disepakati bersama agar siswa tetap menegakan etika dan menghormati guru.  Program pemantauan guru tidak diarahkan untuk mencari kelemahan guru, namun merupakan ajang kolaborasi untuk menyusun rekomendasi  tentang cara mengajar guru yang siswa harapkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s