Kota Cirebon Krisis Air

Selasa, 3 Agustus 2010 | 11:17 WIB

CIREBON, KOMPAS – Sebagian besar warga Kota Cirebon tidak mendapat pasokan air bersih dari PDAM dua hari terakhir. Warga harus mengandalkan air sumur dan air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Krisis air diperkirakan berlangsung selama sepekan.

Suplai air PDAM terhenti karena kerusakan di pipa jalur Paniis-Plangon di Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pipa tersebut meledak, Minggu (1/8) siang, karena efek water hammer akibat penutupan klep Plangon dalam upaya menyelamatkan karyawan PDAM yang tersedot arus air di pipa tersebut.

Di perumahan Pilang Sari, Kedawung, Cirebon, menurut seorang warga, Miftah (33), air tidak mengalir sejak Minggu sore. “Kami terpaksa menumpang di rumah tetangga yang punya sumur dan pompa air. Setiap kali butuh, kami harus mengangkutnya dengan ember,” katanya, Senin (2/8).

Marni (45), warga Kelurahan Kebon Banteng, Kejaksan, Kota Cirebon, pun kesulitan sejak air PDAM tidak mengalir. Ia terpaksa membeli air dari pedagang air keliling Rp 1.000 per jeriken isi 20 liter.

Antrean warga terlihat di sejumlah sumur artesis dan kios air isi ulang. Mereka mengantre sejak Minggu malam, berlanjut sampai Senin siang. Lia (23), pengelola sebuah rumah makan di Jalan Bahagia, mengaku sudah lima kali bolak-balik ke kios air isi ulang mencari air bersih untuk masak dan mencuci.

Kuntoro (47), pemilik kios air isi ulang di Jalan Samadikun, mengakui, jumlah konsumen meningkat. Biasanya, dia hanya menjual 20-25 galon per hari, tetapi baru siang hari sudah 50 galon air terjual. “Sampai-sampai pompa pengisi air mati karena terus-terusan dipakai,” ujarnya.

Kini Kota Cirebon hanya disuplai air 110 liter per detik, yang hanya memenuhi kebutuhan konsumen di daerah Majasem, Penggung, Cileres, dan Griya Sunyaragi Permai. Sekitar 80 persen dari 54.379 pelanggan PDAM Kota Cirebon yang biasanya dilayani dari pipa air berkapasitas 850 liter per detik terpaksa mencari sumber air alternatif.

Perbaikan

Ledakan air akibat efek water hammer menimbulkan lubang berdiameter 30-40 cm pada pipa PDAM. Lubang itu tepat di bagian tengah batang pipa, menghadap ke bawah. Lubang itu diduga terbentuk di bagian pipa yang berkarat.

Menurut Direktur Teknis PDAM Kota Cirebon Sri Supanti, kontur tanah dan posisi pipa yang melintang di bawah jalan menimbulkan retakan pada pipa. Lubang yang tercipta adalah lubang baru. “Jika lubangnya sudah lama, di sekitar pipa pasti ada longsoran karena rembesan air,” ujar Sri.

Perbaikan dilakuan 24 jam. Batang pipa yang berlubang diganti pipa baru. Pemasangan pipa ditargetkan rampung Selasa ini, dilanjutkan uji coba pengaliran air sehari kemudian. Dibutuhkan waktu sepekan agar aliran air kembali normal. Direktur Umum PDAM Sofyan Satari mengatakan, pihaknya meminta bantuan berupa mobil tangki pengangkut air beserta isinya kepada PDAM Kabupaten Kuningan dan Cirebon. Diharapkan, minimal ada dua truk yang bisa memasok sedikitnya 30.000 liter air per hari. (NIT/THT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s