Guru di Era Teknologi

diambil dari : http://www.psb-psma.org/content/blog/guru-di-era-teknologi

Menjadi guru memang tidak mudah. Banyak tantangannya. Apalagi seorang guru Bidang Studi yang notabene, seorang pendidik yang harus meng-upgrade pengetahuannya secara terus menerus. Bagaimana dia mengajar siswa kalau dia sendiri tidak tanggap terhadap perkembangan teknologi terbaru?

Masalah timbul ketika tuntutan itu dihadapkan dengan kondisi kesejahteraan guru yang memprihatinkan. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan mendesak guru untuk mengajar di berbagai tempat. Hasilnya, waktu dan tenaganya banyak terkuras. Padahal, untuk belajar diperlukan dua modal utama yaitu uang dan waktu. Bagaimana sang guru ingin menambah pengetahuan, kalau untuk membeli buku saja dia tidak mampu? Untuk itulah, pemerintah melalui Depdiknas mulai berusaha meningkatkan kesejahteraan guru dan meningkatkan anggaran pendidikan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan, dengan adanya perbaikan kesejahteraan, guru diharapkan tidak terlalu banyak memburu tugas mengajar di sekolah lain. “Mereka diharapkan dapat berkonsentrasi mengajar di sekolah masing-masing, memang menjadi pendidik yang baik tidaklah mudah. Beban kurikulum pengajaran yang padat terkadang menjadi alasan malasnya guru untuk menambah ilmu. “Apalagi dengan semakin bertambahnya senioritas seorang guru, umumnya mereka sulit untuk tanggap terhadap hal-hal baru terutama perkembangan IT.

KOMPUTERISASI DI SEKOLAH
Hal ini dapat disiasati dengan komputerisasi administrasi sekolah. Komputerisasi di sekolah akan menuntut guru untuk tanggap terhadap teknologi TI. Pengenalan dapat dimulai dari hal kecil seperti pengetikan soal dengan MS Word atau tabulasi nilai dengan menggunakan MS Excel misalnya. Hal ini diharapkan akan mengembangkan minat guru terhadap pengetahuan yang lebih lanjut. Misalkan dengan adanya Internet di sekolah, guru akan terbiasa menerima dan mengirimkan e-mail. Perlu kerja sama dengan lembaga pendidikan luar juga dapat dijadikan solusi. Dengan masuknya lembaga luar tersebut diharapkan guru juga terpacu untuk belajar, memberikan pelatihan aplikasi suite perkantoran kepada para guru. Direktorat PSMA sejak tahun 2004 secara intensif melaksanakan pelatihan ICT dan Pembuatan Bahan ajar bagi guru di SMA, hasilnya sangat memuaskan terutama di SMA Negeri 1 Telaga, di mana berkat Diklat yang dilaksanakan oleh Direktorat PSMA itu telah mencipratkan kader-kader di sekolah sehingga mereka itulah yang telah menularkan kepada rekan-rekannya di sekolah hingga semua guru di SMA Negeri 1 Telaga mampu menguasai ICT.

BELAJAR BERKESINAMBUNGAN
Sama dengan siswa, guru juga harus serius dalam belajar. “Sayangnya, ada guru yang tidak serius dalam belajar, dan cenderung malas, beberapa waktu lalu di SMA Negeri 1 Telaga pernah diadakan kursus bahasa Inggris untuk para guru. Ternyata kursus itu hanya berjalan beberapa minggu, kemudian bubar dengan sendirinya. “Ternyata pesertanya semakin berkurang dari hari ke hari karena pesertanya malas,”.Terkadang sulit memberikan pendidikan kepada para guru. Guru terkadang menganggap ilmunya sudah cukup, padahal belum, jika guru menghayati fungsi dan tugasnya sebagai pendidik. “Kita harus menggunakan nurani dalam menjalankan tugas masing-masing. Sebagai pendidik, guru harus menyadari bahwa kapabilitas keilmuannya harus dijaga dengan belajar terus-menerus. Bila dia tidak belajar, maka ilmunya akan dangkal dan tidak dapat mendidik siswa dengan optimal. Selain itu, seperti yang sudah sering dibahas, dukungan infrastruktur pendidikan juga penting. SMA Negeri 1 Telaga berusaha menyediakan sarana PC di laboratorium sekolah dengan jumlah memadai, menyediakan akses internet (Hospot), menyediakan perlengkapan LCD untuk pembelajaran di kelas walaupun belum semua kelas terpenuhi namun cukup memadai untuk digunakan. Diharapkannya penyediaan sarana ini dapat digunakan baik oleh siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar. Sehingga diharapkan kualitas pendidikan sekolah dapat meningkat secara menyeluruh. Jadi buat para guru, mulailah kembali belajar. Ingat pepatah: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s