Menggagas Pustaka Maya

Oleh FIRMAN OKTORA  ( guru SMAN 2 Bandung, Wakil Ketua MGMP TIK Kota Bandung )

artikel ini telah di muat di  harian umum pikiran rakyat edisi 29 februari 2009

link asli http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=61125

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Sampai saat ini, menurut Toffler, perkembangan tersebut telah mencapai gelombang yang ketiga.

GELOMBANG ketiga ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika. Perubahan dari era industri ke era informasi (global) ini hanya berlangsung dalam hitungan waktu tidak lebih dari setengah abad (Dryden dan Voss, 1999). Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan.

Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Perkembangan pemanfaatan TIK dalam pendidikan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai dari pertengahan tahun 1800 hingga awal 1900. Telegraf, telefon, radio, televisi, internet, dan mobile phone

Dalam menunjang pendidikan yang berkaitan dengan sumber ilmu dan sumber belajar, perlu dibangun suatu media informasi dalam bentuk perpustakaan digital berbasis situs web yang kini disebut dengan istilah pustaka maya. Pustaka maya ini seyogianya diimplementasikan dalam usaha mendorong percepatan melengkapi sarana pendidikan, mengurangi kesenjangan perolehan informasi. Pustaka maya ini juga merupakan salah satu langkah untuk menyiapkan masyarakat yang tanggap terhadap teknologi di mana program pustaka maya ini menjadi sinergis dengan program perpustakaan nasional. Fungsi pustaka maya adalah untuk memperkaya wawasan dan pemahaman peserta didik, serta proses pembiasaan untuk selalu belajar dari berbagai sumber belajar, khususnya teknologi internet. Di sini guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi guru dan siswa seyogianya selalu belajar dan diskusi dengan menggunakan berbagai media informasi dan komunikasi.

Dalam mengembangkan pustaka maya ini perlu dibangun komitmen dan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan stakeholder pendidikan. Kemudian kita siapkan infrastruktur yang meliputi perangkat lunak pendukung, penyediaan perangkat keras untuk penyimpanan, pemprosesan dan akses data, pengembangan jaringan, ICT center dan sekolah, serta penyediaan domain untuk situs web pustaka maya. Adapun strategi yang dilakukan agar program pustaka maya tersebut berhasil adalah: 1. Menyiapkan sumber daya manusia, dengan dibentuknya tim khusus pustaka maya, memberdayakan MGMP dalam memperkaya content, serta memberdayakan kelompok kreativitas siswa, 2. Menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk pengelola situs web, penyusun content dan member, 3. Sosialisasi, melalui media surat kabar, majalah, televisi ataupun radio, diklat pengelola dan pelaksana, diklat bagi MGMP serta launching pustaka maya.

Untuk menjaga keberlangsungan situs web pustaka maya tentunya yang tidak kalah penting adalah manajemen content dimana kita harus selalu menyediakan bahan pustaka dalam format digital, penyediaan bahan ajar, modul, koleksi artikel, paper, jurnal, kliping hasil karya guru, siswa, dan masyarakat dalam format digital. Selain itu, agar lebih interaktif jalinan komunikasi dengan pengguna (user), sebaiknya kita tambahkan layanan online seperti e-learning, forum ataupun chatting.

Dengan adanya pustaka maya, diharapkan guru, siswa, dan masyarakat dapat mengakses informasi sendiri sesuai dengan kebutuhannya. Keberhasilan penerapan pustaka maya ini dipengaruhi oleh faktor culture, champions, communication, dan change serta tidak terlepas dari keterlibatan stakeholder. Dengan harapan suatu saat nanti tercipta kultur transfer of learning yang akan meningkatkan mutu pendidikan. Amin.***

artikel ini telah di muat di  harian umum pikiran rakyat edisi 29 februari 2009

link asli http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=61125

Penulis, guru SMAN 2 Bandung, Wakil Ketua MGMP TIK Kota Bandung.

Iklan

2 thoughts on “Menggagas Pustaka Maya

    • justru itu pak ……

      yang tua malah memiliki motivasi yang cukup besar, mereka gag mau kalah sama yang muda.

      walaupun harus berkali kali mengajarkan kepada mereka, walaupun sering nanya nanya pertanyaan yg sepele banget, walaupun ngetiknya masih saja pake 11 jari tetapi mereka masih memiliki keinginan untuk maju.

      Kuncinya sabar pak menghadapi mereka. Mereka senang ko pak kalo dibantu. Semoga menjadi pencerahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s