Hasil UN Dijadikan Rujukan Kebijakan

Rabu, 24 Maret 2010 | 14:20 WIB

SEMARANG, KOMPAS – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan hasil ujian nasional ditindaklanjuti secara internal untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Berbagai kebijakan dapat dihasilkan berdasarkan hasil ujian nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kunto Nugroho di Kota Semarang, Selasa (23/3), menekankan, pelaksanaan UN tidak semata-mata rutinitas tahunan. “Kami telah membuat pemetaan secara internal. Banyak kebijakan yang dipengaruhi oleh hasil UN,” kata Kunto.

Tindak lanjut terutama dilakukan untuk bimbingan per mata pelajaran. Para guru akan lebih disiapkan agar benar-benar memahami substansi mata pelajaran. “Caranya antara lain dengan bimbingan teknis untuk para guru. Untuk siswa, kami juga memulai membuat cerdas cermat khusus untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN secara rutin setiap minggu,” ujar Kunto.

Selain dalam penguasaan materi, hal lain yang akan ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Seluruh permasalahan yang ada akan didiskusikan secara internal untuk dicari perbaikannya pada tahun mendatang.

Di Jateng, dari 309.497 siswa peserta UN setingkat SMA, sebanyak 1.487 siswa di antaranya tidak dapat mengikuti UN pada hari pertama. Penyebabnya antara lain karena sakit serta kepentingan keluarga. Mereka yang tidak dapat mengikuti UN sesuai jadwal dapat mengikuti UN susulan. Pensil tak standar

Meskipun sudah disosialisasikan berkali-kali, masih terdapat siswa peserta ujian nasional yang menggunakan pensil tidak sesuai standar. Penggunaan pensil tersebut dipastikan akan merugikan siswa karena tidak dapat dideteksi alat pemindai.

“Akibatnya, lembar jawaban dianggap kosong karena jawaban yang tertera tidak bisa dideteksi,” ujar anggota tim pemindaian panitia ujian nasional Jawa Tengah Supriadi Rustad.

Pada pemindaian hari pertama pelaksanaan UN yang dilakukan Senin (22/3) malam di Kampus Universitas Negeri Semarang, terdapat 390 lembar jawaban komputer yang tidak berhasil dideteksi akibat adanya lembar jawaban rusak atau miring (111), salah cetak (98), dan dengan pensil yang tidak standar (81).

Petugas penerima berkas UN Jateng, Mona Subagja, mengakui, pensil standar yang digunakan untuk UN adalah jenis 2B yang menghasilkan bulatan hitam pekat dan tidak mengilap.

Untuk lembar jawaban yang tidak dapat dideteksi akibat faktor pensil, petugas hanya akan menebalkan bulatan pada kolom kode soal, nomor peserta, dan rayon. Namun, lembar jawaban tetap akan terbaca kosong oleh mesin pemindaian. “Risiko ini ditanggung siswa meskipun dia mengikuti UN, tetapi nilainya nol,” kata Supriadi. (uti/ilo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s