UN Diwarnai Kekeliruan

Selasa, 23 Maret 2010 | 04:25 WIB

Jakarta, Kompas – Pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK dan madrasah aliyah pada hari pertama, Senin (22/3), diwarnai sejumlah kekeliruan, seperti soal tertukar, soal rusak, hingga kekurangan soal. Meski demikian, secara keseluruhan UN berjalan lancar.

Kasus soal tertukar, antara lain, terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Karangasem dan Buleleng, Bali. Di sekolah-sekolah itu, siswa ada yang menerima soal Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Antropologi. Padahal, sesuai jadwal, yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Sosiologi.

Kekeliruan soal ujian nasional di SMA Negeri 1 Karangasem paling parah. Amplop yang seharusnya berisi materi ujian Bahasa Indonesia berisi soal Bahasa Inggris. Sementara di amplop bertuliskan Bahasa Inggris isinya soal Sejarah. Di amplop yang bertuliskan Sejarah ternyata isinya soal Bahasa Arab, sedangkan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak ditemukan di amplop mana pun.

Tertukarnya soal ujian juga ditemukan di Kabupaten Buleleng. Di SMA 4 terdapat 64 lembar soal Bahasa Inggris dengan sampul Bahasa Indonesia. Pengawas mengatasi dengan memfotokopi soal seusai jadwal yang diujikan.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika berang dengan kejadian di Karangasem. Ia khawatir kejadian itu mengganggu mental peserta ujian. Ia mengecam sistem pencetakan soal ujian nasional yang terpusat, tetapi membawa masalah di daerah.

Kekurangan soal juga terjadi di Ambon dan Surabaya. Adapun di Banjarmasin, soal ujian tulisannya kurang jelas karena kualitas cetakannya kurang bagus.

Di Jawa Barat, penyelenggaraan UN di 16 sekolah terganggu karena akses jalan dan sekolah terendam banjir. ”Tiga sekolah di antaranya, penyelenggaraan UN terpaksa dipindahkan karena sekolah terendam banjir cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wachyudin Zarkasyih.

Tiga sekolah yang penyelenggaraan UN-nya dipindahkan adalah SMKN 1 Katapang dan SMA Percontohan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, serta SMAN 1 Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

”Sebanyak 13 sekolah lain masih bisa digunakan untuk penyelenggaraan UN karena genangan airnya tidak terlampau tinggi,” kata Wachyudin.

Dituding bocor

Di Medan dan Deli Serdang, soal serta kunci jawaban UN diduga beredar di kalangan siswa pada malam menjelang UN.

Koordinator Komunitas Air Mata Guru Abdi Saragih menjelaskan, pada Minggu (21/3) pihaknya memperoleh salinan soal UN untuk mata pelajaran Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sosiologi dari seorang joki.

Soal-soal UN itu sama persis dengan soal UN yang diujikan keesokan harinya. ”Info kebocoran soal itu sudah kami terima sejak dua pekan lalu, tetapi baru hari ini kami bisa memperoleh buktinya,” ujar Abdi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Bahrumsyah mengatakan, masalah dugaan kebocoran soal akan diusut secara hukum. Namun, menurut dia, kebocoran soal sulit terjadi karena pengawasan dan pengawalan soal sangat ketat.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi menambahkan, fotokopi lembar jawaban diperbolehkan jika kurang atau rusak.

Menanggapi kemungkinan ada kecurangan atau kebocoran soal, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menekankan akan ada soal-soal ujian yang sangat khusus atau soal pengganti yang siap didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami kebocoran soal. Selain itu, akan ada proses hukum bagi siapa pun yang terlibat dalam kebocoran itu.

Pada hari pertama UN kemarin, Wakil Presiden Boediono beserta sejumlah menteri meninjau pelaksanaan ujian di SMA Negeri 70 Jakarta dan SMA Al Azhar Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Wapres Boediono menekankan pentingnya kejujuran yang harus diterapkan pelajar.

Di Cirebon, Jawa Barat, dan Tangerang Selatan, Provinsi Banten, sejumlah kepala sekolah mengeluh karena dana operasional dan pembayaran pengawas UN belum cair. Sekolah terpaksa memakai dana talangan untuk biaya sosialisasi, mengirim berkas soal, dan sebagainya.

(LUK/ELN/BEN/SEM/APA/WER/NIT/INA/CHE/JON/HAR/ MHF/EKI/EGI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s