Pengawasan UN Tetap Ketat

Selasa, 23 Maret 2010 | 04:38 WIB

Palembang, Kompas – Pengawasan ujian nasional SMA, SMK, dan MA di Sumatera Selatan pada hari kedua dan seterusnya tetap ketat meskipun pada hari pertama tidak terjadi kecurangan. Siswa juga diimbau tidak percaya pada bocoran kunci soal UN yang beredar.

Ketua Panitia Pengawas UN Sumsel Zulkifli Dahlan, Senin (22/3), mengungkapkan, secara umum, pelaksanaan UN di Sumsel hari pertama berjalan lancar. Pengawas belum menerima laporan mengenai dugaan kecurangan.

Menurut Zulkifli, pengawas tidak mengendurkan pengawasan sampai UN berakhir. Persoalan dalam UN yang mengemuka hanya masalah kekurangan naskah dapat diatasi panitia setempat dengan naskah cadangan yang telah disiapkan.

Mengenai informasi tentang beredarnya kunci soal UN, Zulkifli mengatakan, pada tahun sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi. Namun, kunci soal UN yang beredar tersebut tidak benar sehingga banyak jawaban siswa yang sudah benar justru menjadi salah.

”Panitia UN di daerah tidak punya kuncinya. Kami hanya memindai lembar jawaban, tetapi tidak tahu jawabannya,” kata Zulkifli.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menuturkan, target kelulusan dalam UN bukan yang terpenting. Hal yang paling penting adalah melaksanakan UN dengan baik. Tujuan UN adalah penyaringan siswa untuk masuk perguruan tinggi.

”Publik harus percaya pada UN. Siswa yang lulus karena yang bersangkutan layak lulus. Siswa yang belum lulus silakan mengulang,” kata Widodo.

Wakil wali kota tinjau UN

Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton meninjau sejumlah lokasi pelaksanaan UN, antara lain di SMK Negeri 2 dan MAN II Palembang. Romi mengatakan, pihaknya belum menerima informasi atau laporan perihal dugaan kebocoran.

”Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi kebocoran soal, termasuk berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk penjagaan. Proses ujian nasional diharapkan berlangsung baik dan lancar,” ujar Romi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kota Palembang Hatta Wazol, pendistribusian soal UN disalurkan sehari sebelum ujian dimulai dengan dikawal ketat aparat kepolisian. Amplop berisi soal dan lembar jawaban disegel, termasuk tempat penyimpanan sementara di tingkat subrayon.

”Dari subrayon, baru soal itu disalurkan ke sekolah-sekolah satu jam sebelum ujian dimulai. Jadi, kecil kemungkinan ada kebocoran dari panitia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palembang Asmawati mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan kelulusan 100 persen. Dasarnya, karena para siswa di sekolah tersebut telah membuat persiapan matang menghadapi UN. (WAD/ONI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s