Mereka Malah Bikin Kami Tegang…

Selasa, 23 Maret 2010 | 03:55 WIB

Ujian akhir nasional tingkat sekolah menengah atas dan sederajat yang dimulai Senin (22/3) ternyata menimbulkan ketegangan yang luar biasa bagi para siswa. Ketegangan itu tidak hanya dari soal-soalnya, tetapi juga dari para pengawas dan pemantau ujian yang bolak-balik meninjau para siswa ujian.

Menurut sejumlah murid, para pengawasnya juga terlihat tegang sehingga menambah ketegangan yang sudah menyelimuti para peserta ujian. ”Soalnya susah banget. Sementara para pengawas bolak-balik melulu sehingga mengganggu konsentrasi saya,” kata Felisa, siswi IPS SMA Negeri 52 Jalan Raya Tugu, Semper Barat, Cilincing.

Begitu tegangnya, Felisa sampai menangis karena tidak sempat menyelesaikan lima soal ujian. ”Akhirnya saya isi saja asal- asalan. Waktunya sangat pendek, sementara soal yang keluar lebih banyak soal kelas I dan kelas II. Susah banget,” kata Felisa.

Sementara Euis, siswi SMA Negeri 73, Semper Timur, Cilincing, juga mengaku soal-soal yang diberikan sangat sulit karena pilihan jawaban sangat mirip satu sama lain. ”Susah sekali memutuskannya. Waktu saya lihat kepada pengawasnya, pengawas sedang tengok kanan tengok kiri. Malah bikin saya tegang,” aku Euis.

Rasa cemas juga menyelimuti M Aldo, siswa kelas 12 Ilmu Pengetahuan Alam 4, SMAN 85 Jakarta. ”Saya cuma takut tak lolos. Kasihan orangtua. Saya tak ingin seperti teman saya yang tahun lalu tidak lolos, padahal murid pintar,” kata M Aldo.

Aldo mengaku deg-degan ketika membaca soal. Untungnya, sebagian soal mirip dengan materi latihan yang diberikan saat akan menghadapi ujian. Namun, ada juga beberapa soal tidak bisa dikerjakannya karena sulit.

Sebelum ujian, para siswa yang membawa telepon seluler diharuskan mengumpulkan telepon selulernya. Alasannya untuk mencegah kecurangan melalui telepon seluler.

Sementara itu, Dini, siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial SMAN 85, mengaku tidak terpengaruh dengan keberadaan petugas kepolisian. ”Saya sengaja tidak memerhatikan mereka (polisi) meski mereka ada di sekitar sekolah,” tutur Dini.

Namun, beberapa siswa SMAN 77 mengaku tidak terganggu dengan kehadiran petugas. ”Ketakutan dan stres menghadapi UN bisa diatasi kalau kami siap. Saya sendiri merasa tidak stres karena sudah disiapkan sejak lama,” kata Herbert, salah satu siswa kelas III SMAN 77.

Menurut Lidya, siswa SMAN 77, dirinya tidak terlalu memerhatikan keberadaan pengawas saat ujian karena fokus mengerjakan soal-soal. ”Saya malah enggak terlalu sadar kalau ada pengawas karena serius mengerjakan soal ujian,” katanya.

Selama ujian berlangsung, menurut Lidya, para pengawas lebih banyak mengawasi siswa dari meja depan. Sesekali saja pengawas berkeliling. Saat ujian akan rampung, pengawas berkeliling dan memberikan peringatan bila ada nama dan nomor ujian setiap siswa yang belum tertulis.

Tidak tegang

Menurut Kepala Sekolah SMA 75 Tuti Asmabrata, pihak sekolah sudah berusaha agar para siswa tidak tegang dalam mengerjakan ujian. ”Kami selalu meminta kepada para pengawas agar mengawasi peserta ujian, seperti mengawasi anak murid mereka sendiri,” kata Tuti.

Pengamanan UN memang terlihat luar biasa. Pihak sekolah melibatkan aparat kepolisian untuk berjaga-jaga di lingkungan sekolah. Sebagian dari aparat itu ada yang mengenakan seragam kepolisian lengkap dan sebagian lagi berpakaian sipil.

Petugas ini mendatangi panitia kemudian meminta data peserta ujian, jumlah ruangan yang dipakai, dan jadwal ujian.

Kepala Sekolah SMAN 78 Jakarta Wanter mengatakan, keberadaan polisi justru membuat situasi ujian berjalan aman. Mereka perlu mengawasi UN untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan selama ujian berlangsung.

Selain menetap di lingkungan sekolah, petugas juga berpatroli dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Wakil Kepala Kepolisian Sektor Palmerah Ajun Komisaris Sri Rahayu mengatakan, pengawasan UN bagian dari tanggung jawab kepolisian. Pengawasan ini dimaksudkan agar tercipta situasi aman selama berlangsungnya UN.

Sri mengatakan, pengawasan ujian itu dilakukan tanpa menunggu permintaan pihak sekolah. Secara kelembagaan, pimpinannya telah menginstruksikan agar mengawasi UN. Petugas Polsek Palmerah mengawasi 14 sekolah swasta dan 4 sekolah negeri. Pengawasan sudah berlangsung beberapa hari sebelum UN berlangsung.

Ketua UN Rayon 01 Jakarta Pusat Sudirman Bur mengatakan, pihaknya telah memberikan pengarahan kepada setiap pengawas agar mereka melaksanakan tugas sesuai prosedur dan tidak membuat siswa merasa takut. ”Pengawasan di kelas dilakukan oleh pengawas kelas. Setiap kelas berisi 20 siswa dan diawasi oleh 2 pengawas kelas,” ucap Sudirman.

Sementara, dua polisi menjaga soal ujian di sekolah yang menjadi rayon. Polisi, menurut Sudirman, mengawasi sekolah secara umum dan tidak diperkenankan masuk ke ruang ujian selama ujian.

Pengawas independen juga tidak masuk kelas. ”Kami hanya mengawasi ujian dari luar ruangan. Namun, bila ada indikasi pelanggaran yang serius, kami masuk kelas,” kata Abidin, salah satu pengawas independen dari Universitas Indonesia.

Pelanggaran serius yang dimaksud antara lain dugaan penyebaran kunci jawaban, pencontekan, atau kelengahan pengawas saat ujian berlangsung. Pengawas independen juga bisa melakukan pengawasan bila ada serombongan siswa yang keluar bersamaan ke kamar kecil ketika ujian tengah berlangsung.

Sementara itu, di sekolah tertentu, seperti SMAN 70 dan SMA Al Azhar di Jakarta Selatan, suasana terlihat luar biasa karena kedatangan rombongan Wakil Presiden Boediono yang diikuti para menteri.

Sementara, Minggu, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh mengatakan, pengamanan UN tahun ini memang diperketat demi mencegah kebocoran soal. Polisi pun dilibatkan. Di beberapa sekolah, karena tidak memiliki ruang memadai, kantor polsek dipilih sebagai tempat penyimpanan soal ujian yang mulai didistribusikan Minggu siang.(ndy/nel/arn/art)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s