Kecil Potensi Soal UN Bocor

Senin, 22 Maret 2010 | 13:32 WIB

Sleman, Kompas – Sangat kecil potensi kebocoran soal ujian nasional dilakukan pihak sekolah. Sebab tak ada waktu karena soal diambil persis sebelum ujian. Selain itu, tim pemantau independen juga mendampingi saat pengambilan soal dan mengawasi pelaksaan UN. Sanksi berat juga akan diberikan bagi pelaku.

“Soal UN di kelompok kerja (pokja) akan diambil sekolah pagi hari sebelum UN. Ada tim pemantau independen dari universitas yang mendampingi sekolah saat mengambil. Soal pun disegel dan baru dibuka di kelas, disaksikan pengawas dan siswa,” ujar Sri Wantini, Kepala Bidang Pembinaan Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman, Minggu (21/3).

Dari pelaksanaan UN sebelumnya, pihaknya belum pernah menerima laporan ada oknum di sekolah (guru atau kepala sekolah) yang membocorkan soal. Sri percaya bahwa semua pihak, apalagi sekolah, tentu tak ingin melakukan hal yang curang terkait UN. Sekolah yang ketempatan sebagai pokja juga jelas tak ingin curang.

Berat

Sri juga melihat sanksi bagi mereka, terutama sekolah negeri, yang membocorkan soal UN bisa berat. Mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin (Pegawai Negeri Sipil (PNS ), sanksinya yang teringan adalah teguran tertulis. Adapun sanksi terberat diberhentikan dengan tidak hormat. Untuk sekolah swasta, sanksinya juga bisa demikian.

Agar UN berjalan lancar dan siswa tidak berbuat curang, misalnya menyontek, Sri berharap, dua pengawas UN di tiap kelas memantau siswa. Pengawas UN ini adalah para guru dari sekolah lain. “Kami berharap mereka misalnya tidak membaca koran,” katanya.

Tim Pemantau Independen dan Tim Pengawas UN (dari universitas) yang per sekolah ditempatkan satu orang diharapkan aktif mencermati para pengawas UN di kelas. Sri mengharapkan, tim pemantau juga melaporkan hasil kerjanya ke Pemkab Sleman sebagai bahan evaluasi. Selama ini, tim tidak melapor ke Pemkab Sleman.

Di Sleman, UN akan diikuti 12.512 siswa SMP/MTs, 4.527 siswa SMA/MA, dan 6.097 siswa SMK.

Secara terpisah, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto meminta para pelajar jangan takut dan cemas menghadapi UN. Yang penting adalah mengerjakan soal dengan tenang, penuh konsentrasi, dan percaya diri. Herry juga menekankan tentang kekuatan doa. “Yakinlah bahwa kalian (siswa) mampu mengerjakan soal UN karena selama ini telah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Herry. (PRA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s