Ketegangan Ujian Nasional Diredakan

Kamis, 18 Maret 2010 | 11:07 WIB

Yogyakarta, Kompas – Ujian nasional mengakibatkan ketegangan pelajar. Untuk meredakannya, sejumlah sekolah mengurangi jam pelajaran pada sepekan sebelum UN. Ketegangan pelajar ini dikhawatirkan mengganggu konsentrasi dalam mengerjakan UN yang dimulai 22 Maret.

Sebagian besar SMA mempersingkat jam pelajaran hanya hingga pukul 12.00 dari waktu pulang normal, yaitu pukul 14.00. “Waktu dipersingkat agar anak-anak bisa cool down. Selama persiapan ujian nasional, suasana sekolah jadi ikut tegang. Padahal, ketenangan dalam mengerjakan ujian nasional sangat penting,” kata Kepala SMA Negeri Yogyakarta 10 Timbul Mulyono di Yogyakarta, Rabu (17/3).

Menurut Timbul, sejumlah faktor penyebab timbulnya ketegangan di antaranya ketakutan pelajar tidak dapat mengerjakan, kejenuhan, maupun kelelahan. Kejenuhan dan kelelahan ini sangat mungkin terjadi karena persiapan ujian nasional (UN) yang berlangsung intensif hampir selama setahun terakhir.

Selain itu, SMAN 10 Yogyakarta juga menyelenggarakan pelajaran tambahan bagi anak yang dinilai belum siap pada satu atau lebih mata pelajaran. Tambahan pelajaran ini berlangsung setiap hari pukul 12.00-14.00 khusus pada mata pelajaran yang dinilai lemah. Dari 170 pelajar yang mengikuti UN di SMAN 10 Yogyakarta, sebanyak 40 murid wajib mengikuti program ini karena dinyatakan belum lulus pada empat latihan UN sebelumnya.

Di SMAN 2 Yogyakarta, jam pelajaran juga dipersingkat hingga pukul 12.00. Waktu lebih digunakan untuk sesi pendampingan oleh guru bimbingan konseling (BK).

Secara terpisah, Ketua Dewan Pendidikan DIY Wuryadi menyebutkan, tercatat sekitar 100 kasus stres akibat UN. “Ini laporan dari klinik- klinik bimbingan psikologi sengaja dibuka untuk mengatasi ketegangan UN yang bekerja sama dengan kami,” katanya. Dari laporan itu, ketegangan tidak hanya timbul pada pelajar, tetapi juga guru dan orangtua siswa yang akan mengikuti UN.

Posko pengaduan UN

Terkait hal itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta juga membuka posko pengaduan UN pada Rabu kemarin. Posko ini dimaksudkan untuk menerima, mendata, dan menindaklanjuti keluhan siswa yang dirugikan akibat pelaksanaan UN yang dimulai 22 Maret. Posko ini akan digawangi 15 konselor hukum LBH yang siap melayani pengaduan masyarakat.

Dalam posko itu, LBH akan melayani bukan hanya terkait pelaksanaan hari-H UN, melainkan sejak proses sebelum UN hingga sesudahnya.

Beberapa masalah yang potensial muncul sebelum UN adalah pengaduan siswa yang tidak bisa mengikuti UN akibat tidak memenuhi syarat administratif maupun halangan lain. Adapun masalah setelah UN ditekankan pada advokasi kepada siswa yang tidak lulus UN. (IRE/ENG)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s