Dana UN Belum Diterima

Rabu, 17 Maret 2010 | 13:56 WIB

Bandung, Kompas – Sejumlah pimpinan sekolah menengah atas di Kota Bandung mengeluhkan dana operasional dan nomor peserta ujian nasional yang hingga kini masih belum sampai di sekolah. Padahal, pelaksanaan ujian nasional SMA tinggal lima hari lagi, yaitu dimulai pada Senin (22/3).

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Bandung Iwan Hermawan, Senin (15/3), mengatakan, setiap sekolah setidaknya membutuhkan dana operasional Rp 100 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membayar uang transportasi guru pengawas Rp 30.000 per orang, konsumsi, alat tulis, dan sejumlah kebutuhan lain terkait penyelenggaraan ujian nasional (UN) di sekolah.

Kalau sampai pada waktunya dana tersebut belum juga cair, Iwan mengatakan, sekolah terpaksa harus menanggung kebutuhan UN lebih dulu. Hal itu tentu sangat membebankan sekolah karena untuk memenuhi kebutuhan operasional tersebut, terpaksa digunakan dana iuran sekolah dari siswa.

“Dana iuran sekolah nantinya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja sekolah,” katanya.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Bandung Hartono, keterlambatan penyaluran dana operasional UN ini kerap terjadi. Hingga waktu mendekati waktu pelaksanaan UN, dana operasional belum juga turun. Malah pada tahun lalu, dana baru turun lima hari setelah pelaksanaan UN.

Selain dana operasional, lanjutnya, kelengkapan UN yang belum diberikan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai saat ini adalah nomor ujian siswa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan siswa.

“Jika nomor ujian ini dapat didistribusikan segera, siswa memperoleh kepastian memiliki nomor ujian. Kalau waktunya mepet dan tidak memperoleh nomor ujian, bagaimana mengurusnya,” katanya.

Perjanjian

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasih mengatakan, terkait dana operasional UN, pihaknya akan segera mengadakan perjanjian dengan masing-masing pemerintah kabupaten. Perjanjian tersebut dijadwalkan ditandatangani Rabu ini. Setelah ada perjanjian tersebut, dana tersebut akan segera didistribusikan oleh masing-masing kabupaten ke setiap SMA.

Dana operasional ini, diakui Wahyudin, menghabiskan setidaknya 15 persen dari dana penyelenggaraan UN di Jabar yang mencapai hampir Rp 50 miliar. “Unit kegiatan lain yang memakan dana cukup besar adalah pencetakan soal ujian,” katanya.

Terkait nomor peserta UN, Sekretaris UN Dinas Pendidikan Jabar Dedi Sutardi mengatakan, nomor peserta sudah mulai dibagikan ke masing-masing kabupaten. “Nanti pemerintah kabupaten yang akan membagikan nomor ujian ini ke setiap sekolah, dan dipastikan sudah terbagi sebelum UN diselenggarakan,” katanya. (MDN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s