Pelaksana Bermasalah

Rabu, 3 Maret 2010 | 03:06 WIB

Medan, Kompas – Sebanyak 449 sekolah di wilayah Sumatera Utara tidak bisa menjadi penyelenggara ujian nasional karena belum memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah. Sekolah itu harus bergabung ke sekolah yang lebih maju di wilayah terdekat.

Menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN), sejumlah persoalan masih belum selesai di Sumut. Terdapat kesalahan mendasar dalam pendataan peserta UN. Sementara kalangan perguruan tinggi belum selesai membentuk tim pengawas satuan pendidikan.

”Umumnya sekolah itu (yang tidak bisa menggelar ujian) memiliki peserta UN kurang dari 20 orang. Mereka juga tak memiliki sarana dan prasarana sekolah yang layak. Hanya sekolah yang berakreditasi A dan B yang bisa menjadi penyelenggara UN,” tutur Ketua Panitia Ujian Nasional Sumut Dwi Anang Wibowo, Selasa (2/3), ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Sumut di Medan.

Anang mengatakan, ketentuan penyelenggara UN ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam ketentuan ini, diatur tentang delapan standar pendidikan yang menjadi indikator penilaian akreditasi sekolah. Salah satunya mengenai kelengkapan sarana dan prasarana sekolah serta proses belajar-mengajar.

Anang mengatakan, sekolah yang tidak bisa menjadi penyelenggara UN ini terdiri atas 401 sekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat serta 48 sekolah di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). Sekolah yang paling banyak bergabung dengan sekolah lain berasal dari madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) sebanyak 235 sekolah.

Selain itu, Dinas Pendidikan Sumut juga menggabung 213 program studi di tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang tidak memenuhi syarat menjadi penyelenggara. Dari data ini, paling banyak yang harus bergabung berasal dari program studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kepala SMK Medan Putri di Kota Medan, Mahlil Gultom, mengatakan, penggabungan tidak terjadi di sekolahnya. Semua siswa bisa mengikuti ujian di sekolahnya sendiri. Mahlil bersyukur tidak termasuk sekolah yang harus bergabung ke sekolah lain. Ia berharap hal ini bisa menambah kepercayaan diri peserta UN di sekolahnya. ”Tahun ini, seperti tahun lalu, kami tetap menjadi penyelenggara UN,” katanya.

Data peserta

Sampai saat ini pendataan peserta UN di Sumut belum selesai. Panitia UN Sumut sedang membetulkan kesalahan pendataan peserta di tingkat kabupaten dan kota. Panitia menemukan kesalahan nama, data tempat tanggal lahir, dan data nomor ujian.

Dwi Anang mengatakan, kesalahan seperti ini harus diperbaiki sebelum ujian berlangsung. Jika tidak, katanya, bisa berakibat fatal kepada siswa. ”Data mereka bisa tidak terbaca oleh komputer. Proses pembetulan ini sekarang berlangsung di tingkat sekolah masing-masing,” katanya.

Secara terpisah, Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom telah membentuk tim independen, tetapi perekrutan pengawas satuan pendidikan belum selesai dilakukan. (NDY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s