Menjadi “Polisi” Siber Mandiri

Rabu, 3 Maret 2010 | 06:29 WIB

Bagaimana jika kita melihat konten tidak etis atau tidak sepantasnya di internet? Anda bisa bergerak untuk menanganinya sendiri, seolah menjadi anggota unit reaksi cepat dari ”polisi” siber. Tentu saja, istilah polisi di sini hanya istilah pinjaman semata.

Banyak bertebaran materi tak etis, misalnya pornografi, baik berupa teks maupun foto dan bahkan video. Ya… jangan heran, itu sudah sejak internet lahir terus mengikuti. Juga konten-konten ilegal yang bukan hak milik pemilik situs web tersebut, bisa berupa software, foto, video, atau teks.

Banyak juga hujatan, mulai hujatan pribadi hingga hujatan berbau suku, agama, dan ras. Jika Anda peduli dengan hal-hal seperti ini dan ingin menghentikannya, berikut langkah-langkah aksi nyata di dunia internet.

1. Jika konten tak semestinya itu ada di forum diskusi, laporkan kepada admin soal konten itu. Konten tak wajar itu sebenarnya sering terjadi dan admin atau pemilik situs web tak bisa disalahkan begitu saja karena prinsipnya isi konten di situs bernuansa Web 2.0 menjadi tanggung jawab poster atau pengirim berita itu.

Anda baru bisa menyalahkan admin atau pemilik situs web jika laporan Anda tak ditanggapi. Apakah perlu menggugat admin atau pemilik situs web jika di situs web itu ada tulisan yang menghina Anda? Tak perlu, itu dianggap kekanak-kanakan di dunia netizen.

Prinsipnya, asal hujatan untuk Anda sudah dihapus oleh admin, atau Anda sudah diberi hak jawab dan dimuat, selesai sudah permasalahan. Terdengar ekstrem dan tak memuaskan ya? Ya, internet itu dunia sederhana juga, jadi jangan buat persoalan jadi rumit seperti di dunia nyata, kecuali jika motif Anda untuk mengincar sang admin atau pemilik situs web. Nah kalau itu bukan urusan netiket atau etika netizen lagi.

2. Jika konten tak semestinya ada di bawah subdomain atau layanan gratis?

Subdomain adalah anak domain di bawah domain utama. Biasanya diberikan gratis kepada pengguna. Misalnya websiteku.blogspot.com, artinya websiteku adalah subdomain di bawah blogspot.com.

Biar tidak dianggap katrok, Anda tak bisa menyalahkan Blogspot jika Anda menemukan blog yang menurut Anda tak sepantasnya karena tanggung jawab penuh ada di pembuat blog. Ingat, ini era Web 2.0.

Dalam contoh ini, Blogspot sudah punya aturan baku soal konten. Baca aturan itu jika mau dan laporkan ke blogspot.com jika ada akun blog yang isinya bertentangan dengan aturan Blogspot.

3. Jika konten tak semestinya itu sudah menjadi brand situs web itu?

Konten tak pantas

Ada memang situs web yang mengkhususkan diri pada konten yang tak pantas, seperti penyediaan unduhan untuk software ilegal, lagu ilegal, materi pornografi yang melibatkan anak-anak di bawah umur (Bagaimana kalau cukup umur? Jika Anda tak jadi korban dan situs web itu bukan dari Indonesia, itu bukan urusan Anda karena di beberapa negara materi pornografi itu legal dengan syarat situs web tersebut menyaring keanggotaan berdasarkan umur), film ilegal, jualan fiktif, web phising yang menyerupai situs web orang lain untuk menjebak calon korban, dan masih banyak lagi.

Jika Anda menjadi korban atau setidaknya merasa terusik dengan situs web itu, Anda bisa mengupayakan untuk menutup layanan situs web itu.

Caranya?

3.a. Kontak langsung pemilik situs web itu.

Biasanya situs web itu menyediakan kontak ke pemilik situs web. Tetapi, cara ini jarang membuahkan hasil karena konten yang tak semestinya itu sudah jadi barang dagangannya. Anda bisa langsung ke cara ke dua jika sudah menduga susah berkomunikasi dengan pemilik.

3.b. Kontak langsung ke pengelola server.

Jika pemilik situs web tak pantas itu pendanaannya kira-kira biasa-biasa saja, biasanya mereka menyewa server di provider server lain atau di datacenter yang dikelola pihak lain. Kontak pihak tersebut dan katakan bahwa situs web tersebut merugikan dengan alasan kuat Anda.

Untuk melacak kontak domain itu, caranya Anda bisa membuka data ”Whois Lookup” dari domain itu. Domain adalah nama untuk situs web seperti kompas.com. Untuk bisa menghidupkan domain itu menjadi situs web, dibutuhkan hosting atau server tempat menaruh file-file isi situs web. Whois Lookup adalah cara untuk mengetahui siapa pemilik domain itu.

Fasilitas

Banyak fasilitas Whois Lookup di internet, googling saja untuk mendapatkannya. Masukkan nama domain itu di whois, kemudian nanti akan terbuka informasi domain itu, mulai dari data masa berlaku domain, kontak pemilik domain, hingga provider penyedia layanan pendaftaran domain.

Whois Lookup adalah mekanisme legal untuk mengetahui data kontak domain itu, jadi silakan saja digunakan. Untuk Whois Lookup dari domain Indonesia atau domain dot ID, bisa langsung membuka situs web https://register.pandi.or.id.

Dalam contoh ini, akan ditunjukkan data whois untuk domain SAPUTRAONLINE.COM. Kebetulan penulis sedang menulis situs web ini karena dia adalah juara I Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC yang diumumkan akhir pekan lalu.

Dari data whois misalnya via http://www.who.is, kita bisa tahu siapa pemilik domain itu, alamat rumahnya, alamat e-mail, dan nomor telepon.

Terkadang, ada domain dengan alasan tertentu melindungi dirinya dengan fitur privacy protect. Gunanya untuk memproteksi kontak domain itu agar tidak mendapat spam dari pihak lain atau memang orang tersebut tak ingin diketahui identitasnya.

Cara seperti ini sah-sah saja dan kita tak bisa menyalahkan karena ini memang privasi pemilik domain. Tetapi, kita tetap bisa melacak penyedia layanan hosting dan datacenter-nya kok, juga masih bisa kontak registrar pusat tempat domain itu didaftarkan di pusatnya.

Dalam contoh Whois Lookup itu, kita juga tahu registrar pusat yang digunakan, yaitu DIRECTI INTERNET SOLUTIONS dengan alamat PublicDomainRegistry.com. Directi adalah registrar pusat untuk domain global tingkat pertama, alamat mereka bukan di Indonesia.

Data di atas juga mengungkap di mana domain itu didaftarkan di Indonesia serta nama perusahaan hosting yang melayani situs web itu alias di mana server yang digunakan berada.

Tempat layanan server yang digunakan ini bisa dilihat di isian Name Server. Dari situ diketahui nama domain yang melayani hosting situs web tersebut. Dari IP address juga terdeteksi server situs web tersebut berada di Indonesia.

Tahap pelaporan

1. Jika Anda tak mendapat respons ketika mengontak pemilik, laporkan ke pengelola server. Untuk mengontak pengelola server, buka situs web yang tertera di name server itu, hilangkan ns* untuk membuka situs web itu di browser dan dari situ akan tersedia kontak untuk menghubungi pengelola server.

2. Jika Anda tak mendapat respons juga dari pengelola server, ada trik khusus untuk mengetahui di mana datacenter yang digunakan oleh pengelola server tersebut.

Datacenter-lah yang bertanggung jawab terakhir dan dialah yang bertanggung jawab atas penggunaan IP address. Anda bisa mengetahui datacenter yang digunakan dengan membuka salah satu layanan di www. robtex.com.

Robtex akan ”merobek” tabir informasi menuju datacenter yang digunakan sehingga Anda bisa tahu nama datacenter yang digunakan. Caranya seperti ini:

Buka http://www.robtex.com.

Di sebelah kiri atas, masukkan nama domain yang ingin diketahui informasi server-nya, klik tombol ”Lucky”, kemudian klik menu ”Records”, nah di situ terbukalah semua informasi soal rute jaringan yang digunakan hingga ke informasi datacenter. Di kolom paling kanan dan paling atas itulah ada keterangan nama datacenter yang digunakan.

Anda bisa googling nama datacenter itu untuk kemudian mencari kontak ke datacenter. Gambar hasil pencarian menggunakan Robtex tak bisa kami tampilkan karena termasuk data sensitif, walau didapat secara legal dan terbuka untuk publik.

3. Bagaimana jika datacenter tak menggubris laporan Anda?

Masih ada cara lain, yaitu cara terakhir dengan mengontak registrar pusat, dalam kasus di atas adalah Directi.

Jika kita berurusan dengan provider server dan datacenter, kita bicara masalah bagaimana membekukan hosting atau isi dari situs web di server. Walau hosting-nya sudah dibekukan, pemilik situs web bisa memindahkan hosting mereka ke datacenter lain karena nama domain masih hidup.

Jika berurusan dengan registrar pusat, berarti Anda ingin mengupayakan untuk membekukan nama domain. Jika nama domain sudah dibekukan permanen, tak ada cara lain bagi pemilik domain untuk memulihkan domain itu kecuali menunggu masa berlaku habis (expired).

Kontak registrar pusat tersebut dan beri tahu bahwa telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh domain itu. Kata-kata seperti ”fraud”, ”web phising”, ”illegal content”, ”software piracy”, ”spamming”, dan ”child pornography” adalah rumus sakti untuk mempercepat domain itu segera ditutup registrar pusat.

Dari pengalaman penulis selama ini, penyedia layanan server, datacenter, dan registrar pusat sangat responsif terhadap laporan yang masuk. Asal konten yang dilaporkan bertentangan dengan kebijakan pengelola layanan, situs web tersebut bisa langsung ditutup.

Tak ada respons secepat provider hosting, datacenter, dan registrar pusat. Jika pemerintah dan polisi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menutup sebuah konten atau sebuah situs web, Anda sebagai netizen yang cerdas tak perlu melapor ke polisi atau ke pemerintah selama Anda tak dirugikan secara materiil atau imateriil.

Cukup dengan melapor ke pihak-pihak yang terkait yang telah dijelaskan di atas, hanya dalam hitungan jam atau hari, jika laporan Anda kuat, maka layanan konten atau situs web itu segera ditutup. Selamat menjadi ”polisi” siber! (Amir Sodikin)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s