Robot Jadi Tren di Sekolah dan Kampus

Sabtu, 27 Februari 2010 | 09:23 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia robotika tidak hanya digeluti oleh kalangan perguruan tinggi. Tren teknologi ini telah mewabah hingga tingkat sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, bahkan hingga ke tingkat sekolah dasar. Di sejumlah sekolah di beberapa kota di Jawa Tengah, robotika bukan lagi sesuatu yang baru.

Untuk mengembangkan kreativitas siswa sekolah hingga mahasiswa perguruan tinggi, sejumlah kompetisi merakit robot sering digelar. Penyelenggaranya mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga lembaga-lembaga yang khusus melatih kemampuan anak-anak untuk merakit robot.

Kompetisi merakit robot pun menjadi ajang bagi siswa-siswa sejumlah sekolah untuk unjuk kebolehan tidak hanya mampu merakit robot, tetapi robot yang dirakitnya bisa melewati halangan dan rintangan di jalur tertentu.

“Siswa sekolah saat ini tidak sekadar membuat, tetapi juga mendalami kemampuan robot tersebut,” ujar pengajar Teknik Elektro Universitas Katolik Soegijapranata Yulianto, di Semarang, Jumat (26/2).

Dalam kontes robot “Elektrobo Vaganza” untuk pelajar yang diadakan Jurusan Teknik Elektro Unika Soegijapranata, Kamis (25/2), para siswa unjuk kebolehan merakit robot. Kegiatan ini diikuti 22 peserta dari SMP dan SMA/SMK yang tersebar di Kota Semarang, Salatiga, Kudus, dan Demak.

Dalam kontes ini, peserta bersaing ketat menunjukkan kebolehan merakit robot. Bahkan dalam kategori line follower pemenangnya ada yang berasal dari SMP, mengalahkan dominasi SMA dan SMK. Robot line follower merupakan robot berbentuk mobil yang dapat beroperasi dengan sensor terhadap garis.

Mulai meningkatnya jumlah pelajar dan mahasiswa yang menekuni robotika tidak terlepas dari kesadaran mereka akan manfaat yang diperoleh dengan mengetahui teknologi tersebut.

“Mereka dapat melanjutkannya ke tingkat yang lebih serius. Lagi pula, pengetahuan dasar dalam merakit robot dapat diaplikasikan dalam dunia industri,” kata Yulianto.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia “Elektrobo Vaganza” Bernardinus Harnadi. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dan sosialisasi tentang dunia robotika, kontes robot juga menjadi wadah untuk berbagi informasi mengenai robot.

Pengalaman menyenangkan

Mengikuti kompetisi menjadi pengalaman menyenangkan bagi para siswa maupun mahasiswa. Akhmad Deny (18), siswa dari SMKN 7 Semarang, salah satu peserta kontes robot “Elektrobo Vaganza” mengaku robot yang selama ini dianggap sulit ternyata menyenangkan. Syaratnya, harus tekun dan tidak boleh patah semangat.

Beberapa kampus di Jateng bahkan rutin ikut kegiatan robotika seperti Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Negeri Semarang, dan Unika Soegijapranata. Mereka sering unjuk kemampuan di kontes robot cerdas Indonesia dan kontes robot Indonesia. Di Solo, kontes robotika malah digelar untuk anak-anak sekolah dasar.

Guru pembimbing tim robot Unissula Bustanul Arifin mengaku gembira karena mahasiswa yang tertarik soal robot terus meningkat. Padahal, lima tahun lalu yang tertarik hanya lima orang. (ilo)

Iklan

4 thoughts on “Robot Jadi Tren di Sekolah dan Kampus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s