Belajar Robot Ternyata Menyenangkan

Sabtu, 27 Februari 2010 | 09:21 WIB

Jika sebagian orang masih beranggapan bahwa belajar mengenai robot itu sulit dan rumit, hal itu tidak berlaku bagi Nurul Ihsan (19). Bagi siswa Kelas XIII Jurusan Elektronika Industri SMK Negeri 7 Semarang ini, belajar robot kuncinya harus punya rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan untuk belajar.

“Awalnya susah, tapi jika sudah tahu dasarnya, jadi mudah kok,” ujar Ihsan ketika menguji coba robot buatannya di Bengkel Elektronika Industri SMKN 7 Semarang, Rabu (24/2).

Ia baru saja selesai membuat robot line follower bersama kedua teman satu jurusannya, Rizka Dinawan (18) dan Ahmad Deny (18). Persiapan di lakukan ketiga siswa ini sebelum mengikuti kontes robot “Elektrobo Vaganza” di Universitas Katolik Soegijpranata, Kamis lalu.

Robot line follower merupakan salah satu jenis robot yang pembuatannya paling sederhana. Robot berbentuk mobil ini akan berjalan menyusuri garis yang dideteksi lewat sensor. Hasil “pembacaan” sensor kemudian dikirimkan ke piranti lunak untuk menggerakan motor robot tersebut.

Dengan cekatan, Ihsan memasang baterai berukuran AA pada robot yang beri nama “Rocco”. Tanpa harus diarahkan, robot itu kemudian meluncur di atas papan yang hanya diberi garis hitam sebagai jalurnya.

Tidak terhitung sudah berapa kali mereka menguji coba robot yang dirakit dalam waktu sekitar seminggu. Dengan pembagian tugas yang jelas dan prinsip pantang menyerah, akhirnya mereka berhasil menyelesaikannya.

“Namanya buat robot. Tidak bisa langsung jadi. Bongkar-pasang terus. Tapi karena bikin penasaran, jadi kita coba terus,” ucap Ihsan.

Meskipun harus merogoh kocek sendiri, mereka tidak merasa rugi untuk menyelesaikan robot yang menghabiskan uang sekitar Rp 100.000 tersebut. “Belajar robot itu menyenangkan. Kepuasannya tidak ternilai setelah sudah selesai membuatnya,” ucap Rizka menimpali.

Ihsan, Deny, dan Rizka adalah sebagian dari penggemar robot di sekolahnya yang tergabung dalam Robo-X. Komunitas yang berdiri akhir 2007 itu beranggotakan 36 siswa dari kelas X hingga kelas XIII.

Guru pembimbing Robo-X Marju Hartono mengakui, untuk membuat robot yang sederhana, tidak membutuhkan waktu yang lama karena komponen dan perangkat lunak yang digunakan untuk merakitnya cenderung relatif mudah didapatkan sekarang ini.

Menurut Marju, manfaat mendalami soal robotika akan dirasakan siswa ketika sudah bekerja. Industri dengan sistem produksi massal membutuhkan pemprograman dan aplikasi elektronik seperti yang digunakan ketika merakit sebuah robot.

Ketua Panitia Kontes Robot “Elektrobo Vaganza” Bernardinus Harnadi mengakui, guru maupun dosen pembimbing berperan besar dalam menumbuhkan minat siswa terhadap robotika.

Nuratma Galang (20), mahasiswa Teknik Elektro Unika Soegijapranata, mengakui baru saja tertarik untuk membuat robot karena kagum dengan kemampuan yang bisa dilakukan oleh robot. “Belajar robot itu seru. Saya tidak menyangka jika sebuah benda dapat bertindak tanpa digerakkan,” ujarnya. Nah, kalau tertarik, jangan tunda lagi untuk belajar soal robot. Ayo…. (HARRY SUSILO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s