Buku Soal UN dan UASBN Laris

Kamis, 25 Februari 2010 | 13:32 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS – Menjelang akhir tahun ajaran, penjualan buku-buku kumpulan soal ujian nasional dan ujian akhir sekolah berstandar nasional melonjak drastis. Hal itu bisa diartikan sebagai salah satu bentuk kepanikan masyarakat menghadapi UN.Sejumlah pengelola toko buku mengatakan, buku-buku kumpulan soal ujian nasional (UN) dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) adalah jenis paling laris. “Sebulan ini saja saya bisa jual sampai 300-an eksemplar,” kata pemilik kios Buku Tunas Baru, Soni, di Yogyakarta, Rabu (24/2).

Lonjakan pembelian itu dirasakan sekitar akhir Desember 2009 lalu atau sekitar tiga bulan sebelum UN. Bulan-bulan sebelumnya, buku-buku semacam itu nyaris tidak dilirik pembeli.

Sebagian besar pembeli mencari buku yang memuat soal-soal terbaru lengkap dengan kisi-kisi materi ujian tahun ini. Harga buku berkisar  Rp 20.000 hingga Rp 50.000. Buku-buku latihan tahun lalu biasanya tidak diminati meskipun diberi potongan harga.

Dibandingkan tahun lalu, penjualan buku UN SMP dan UASBN SD meningkat sekitar 20 persen. “Kalaupun sudah punya dari tahun sebelumnya, mereka biasanya beli yang terbaru untuk melengkapi bahan,” kata Sukini Sumartono, pemilik toko buku Indah.

Terhitung sejak Desember, Sukini mampu menjual sekitar 2.000 buku kumpulan soal UASBN SD dan 2.000 UN SMP. Fenomena tersebut merupakan siklus tahunan setiap dua bulan sebelum UN dimulai.

Bedanya, tahun ini penjualan buku soal UN tingkat SMA relatif sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang setiap penjualan 20 UN SMP dan UASBN SD mungkin hanya satu buku UN SMA yang terjual,” kata Sukini.

Penurunan penjualan buku UN SMA itu terlihat sekitar setahun lalu. Salah faktor penyebab diduga banyak kumpulan soal yang ditawarkan lembaga bimbingan belajar untuk SMA.

Direktur Penerbitan Galery Ilmu dan Total Media Sobirin Malian mengatakan, dalam sepekan ia bisa menjual sekitar 150 eksemplar buku soal UASBN. Jumlah itu di atas  rata-rata penjualan buku lain  sekitar 50 eksemplar  per bulan. Karena menguntungkan, penerbitan buku soal UN dan UASBN merupakan lahan basah yang menjadi rebutan penerbit.

Pengamat pendidikan ST Kartono menilai, fenomena ini memperlihatkan ada kepanikan masyarakat menghadapi UN dan UASBN. Hal itu  dimanfaatkan sebagai peluang pasar oleh industri perbukuan. “Di sini terlihat betapa pendidikan telah masuk mekanisme pasar,” ujar  Kartono. (IRE)

Iklan

One thought on “Buku Soal UN dan UASBN Laris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s