Tingkatkan Kampanye Berinternet Sehat

Sabtu, 13 Februari 2010 | 04:00 WIB

Jakarta, Kompas – Cara berinternet sehat perlu dikuasai remaja maupun orangtua demi memerangi kejahatan di dunia maya. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Jumat (12/2).

”Apalagi, saat ini sudah ada organisasi nirlaba yang selalu mengampanyekan cara berinternet sehat. Tinggal akses situsnya dan mengunduh gratis program- program yang bisa mengamankan fasilitas internet di rumah maupun di warung internet,” kata Arist, Jumat.

Arist berharap orangtua perlu mulai mengenal dan menguasai teknologi dunia maya. Langkah ini penting agar orangtua bisa memantau aktivitas anaknya berinternet lebih efektif.

Hal ini disebabkan ada kesenjangan yang tajam antara tingkat pengetahuan orangtua dan anak- anak mereka. Tanpa pengetahuan tentang internet dan memahami teknologi informasi terbaru itu, orangtua bakal susah memantau aktivitas anak di depan komputer.

Banyak tips yang bisa diperoleh dengan mengakses situs resmi http://www.internetsehat.org. Salah satu pegiat internet sehat, Donny BU, mengatakan, agar tidak salah langkah, sebaiknya orangtua mengenalkan dunia internet kepada anak-anaknya, terutama yang telah menginjak remaja, dengan beberapa tips sederhana.

Pertama, kata Donny, harus diingat, tidak semua pengguna internet jujur atas informasi tentang dirinya yang diunggah di situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Friendster, dan My Space. Jadi, Donny menyarankan agar saat bertukar informasi dengan mengunggah data- data pribadi maupun chatting, para pengguna internet diharapkan tidak mengumbar data pribadi.

”Kalau sudah online, jangan mudah terpengaruh dengan data-data pribadi orang lain di internet yang menarik perhatianmu. Data itu bisa saja diniatkan untuk menjahili, menjebak, atau membuat malu orang lain. Waspada saja dengan siapa pun yang ingin tahu terlalu banyak,” kata Donny.

Di situs internet sehat, Donny juga menganjurkan, internet sebenarnya bukan tempat yang tepat untuk mencurahkan isi hati, terlebih kepada teman yang baru dikenal di dunia maya. Akan lebih baik kalau orangtua bisa menjaga komunikasi dengan sang anak. Donny menganjurkan, biasakan mencurahkan perasaan kepada teman atau sahabat di dunia nyata. Kalaupun berencana bertemu seseorang yang dikenal di internet, disarankan mengajak orang terdekat untuk menjaga dari hal yang tidak diinginkan.

Tidak terbatas bagi remaja, semua pengguna internet dan anggota situs jejaring sosial diwajibkan waspada saat menerima kiriman e-mail, file, ataupun gambar dari seseorang yang tak dikenal. Pasalnya, bisa jadi, kiriman itu untuk memancing ke arah jebakan kejahatan atau sekadar merugikan, seperti kiriman file sampah atau spam yang terkadang membawa virus perusak program.

Kewaspadaan serupa, ujar Donny, juga berlaku pada link atau URL yang mencurigakan. Jika tidak diketahui sumber pastinya, diminta tidak mencoba-coba mengklik URL tersebut.

Saat berinternet, godaan untuk aktif di chat room atau milis amat besar. Selalu ada tawaran atau undangan untuk bergabung dengan milis tertentu. Sekadar berjaga-jaga, lihat dulu isi milisnya. Kalau provokatif ataupun berisi hal-hal negatif, segera tinggalkan. Pengguna internet, terutama remaja yang masih mudah terbakar emosi, wajib dipandu agar tak terpancing dengan provokasi. Bertengkar dan bertukar kata kasar bisa berujung bui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s