Goa Sunyaragi Tak Terurus

Sabtu, 13 Februari 2010 | 14:50 WIB

Cirebon, Kompas – Salah satu obyek wisata dan benda cagar budaya di Kota Cirebon, Goa Sunyaragi, kini tak terawat dan kurang menarik. Keraton Kasepuhan Cirebon, Yayasan Budaya Sunyaragi, dan Pemerintah Kota Cirebon hingga kini belum bersinergi untuk merawat aset budaya itu.

Sesuai pengamatan Kompas, Jumat (12/2), Taman Goa Sunyaragi tak nyaman dinikmati, mulai bagian depan hingga dalam. Tak hanya minim fasilitas, coret-coretan pada situs membuat obyek wisata ini kotor. Padahal, situs buatan 1703 ini adalah taman air yang berarsitektur indah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Cirebon Abidin Aslich mengatakan, perawatan dan pengembangan taman harus dimulai oleh pemiliknya, yakni Keraton Kasepuhan dan Yayasan Budaya Sunyaragi.

“Pemkot hanya sebagai pendukung. Tapi, selama ini mereka cenderung diam. Pemkot hanya bisa mengikuti apa mau pemilik. Kami hanya menunggu. Kalaupun ada pengembangan, sifatnya terbatas,” ujar Abidin.

Salah satu pengembangan yang dilakukan Pemkot adalah membuat pasar seni di lapangan parkir Goa Sunyaragi, 2009. Sayangnya, pasar seni itu belum optimal karena sepinya pengunjung. Usaha promosi dilakukan, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Udin (52), penjaga situs Goa Sunyaragi, mengatakan, upaya pemeliharaan sudah maksimal. Namun, karena dana terbatas, pemugaran dan pembangunan fasilitas belum banyak dilakukan. Itu terlihat pada sejumlah bagian situs yang rusak, seperti bangunan pendopo penjaga di bagian atas, di depan Goa Peteng, serta saluran air pada taman air tersebut.

Minim penerangan

Penerangan di taman juga minim sehingga pengunjung tak bisa menikmati obyek wisata ini saat matahari terbenam atau malam hari. Kurangnya promosi menyebabkan obyek ini hanya ramai pada saat tertentu, yaitu ketika ritual maulud. Pada hari biasa, kunjungan hanya berkisar 10 orang, dan pada hari libur sekitar 30-40 orang. Jumlah pengunjung per bulan rata-rata 300 orang.

Abidin menambahkan, Disporabudpar mencoba membuka komunikasi di antara ketiga pihak untuk mengembangkan Goa Sunyaragi sebagai salah satu ikon wisata Kota Cirebon. Pihaknya telah membantu pemeliharaan dengan merapikan rumput liar di sekitar situs. (THT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s