Ribuan Kelas Belum Diperbaiki

Rabu, 3 Februari 2010 | 14:46 WIB

Tasikmalaya, Kompas – Sekitar 3.000 ruang kelas yang rusak ringan, sedang, dan berat akibat gempa bumi pada 2009 di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya belum diperbaiki. Pemerintah daerah belum tahu dari mana akan mendapatkan anggaran untuk merehabilitasi ruang kelas yang rusak itu.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Asep Sudarman, Selasa (2/2), mengatakan, dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan yang diharapkan bisa menjadi sumber pembiayaan rehabilitasi infrastruktur sekolah tahun ini justru ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Meskipun belum ada petunjuk teknisnya, lanjut Asep, sudah ada informasi bahwa DAK 2010 akan digunakan untuk perpustakaan sekolah dan pengadaan alat pembelajaran, tidak untuk perbaikan infrastruktur sekolah seperti tahun lalu.

Dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk sekolah pun belum mencakup semua sekolah yang hancur. “Setahu saya baru satu sekolah yang diundang ke Jakarta untuk menerima bantuan pascabencana, yaitu SDN 1 Pusakanagara,” katanya.

Saat ini di Kabupaten Ciamis terdapat 400 ruang kelas SD yang rusak akibat gempa, dan 1.294 ruang kelas SD rusak bukan karena gempa. Di tingkat SMP di Ciamis, masih ada 185 ruang kelas rusak berat, 186 ruang rusak sedang, dan 100 ruang rusak ringan.

Pemerintah daerah, kata Asep, tidak memiliki cukup anggaran untuk memperbaiki semua ruang kelas yang rusak. Jangankan mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi, menyediakan dana pendamping DAK 10 persen dari total DAK saja kerepotan.

Donasi

Oleh karena itu, Asep berterima kasih kepada donatur yang akan, sedang, dan telah merehabilitasi sekolah yang rusak akibat gempa. Sejauh ini ada 69 ruang kelas yang diperbaiki dengan dana donatur. Sejumlah donatur tersebut adalah perusahaan media cetak dan elektronik.

Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Ciamis Agus Yosep menambahkan, tahun ini baru 13 SMP di Ciamis yang menerima dana rekonstruksi pascabencana, masing-masing untuk dua ruang kelas. “Untuk memperbaiki ruang kelas rusak sisanya, saya enggak tahu dibiayai dari mana,” ujarnya.

Asep berharap, pemerintah pusat memberikan kekecualian pada daerah-daerah yang terkena bencana untuk mengalokasikan DAK pada program rehabilitasi ruang kelas rusak.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Zen menuturkan, masih ada 1.871 ruang kelas di Kabupaten Tasikmalaya yang rusak. Jumlah itu merupakan gabungan antara ruang kelas yang rusak karena gempa dan bukan karena gempa.

“Sebelum gempa ada sekitar 2.000 ruang kelas yang rusak. Setelah gempa, jumlahnya bertambah menjadi lebih kurang 3.000 ruang. Setelah ada yang diperbaiki dengan dana donatur, sisa ruang kelas rusak masih 1.871 unit,” tutur Zen.

Karena terbatasnya dana, kata Zen, perbaikan ruang kelas diperkirakan tuntas 2011. Ini lebih lama setahun dari target pemerintah pusat yang menetapkan, pada 2010 sudah tidak ada lagi sekolah rusak. Karena itu, dinas pendidikan akan terus menunggu janji pemerintah pusat yang akan memperbaiki sekolah yang hancur akibat gempa. (adh)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s