Toko Buku Digital Dilirik

Kamis, 28 Januari 2010 | 13:35 WIB

Yogyakarta, KOMPAS – Perkembangan teknologi digital dinilai akan membuat penjualan buku cetak tersaingi karena munculnya buku berformat digital. Melihat kondisi itu, sejumlah pelaku dunia penerbitan di Yogyakarta membangun toko buku digital yang khusus memasarkan produk digital.

Komisaris PT Digital Mobile File Jozep Edyanto menuturkan, perkembangan teknologi menuntut perubahan pola pikir. Karena itu, pihaknya membangun toko buku digital di digimobfile.co.id yang menawarkan semua barang berbentuk digital mulai dari buku digital, audio, dan video. “Toko buku digital ini juga akan memudahkan para penerbit dalam memasarkan bukunya,” katanya, Rabu (27/1).

Menurut dia, selama ini para penerbit sering kesulitan mendapat modal kerja untuk mencetak buku. Agar tidak rugi, mereka harus mencetak buku dalam jumlah besar sehingga membutuhkan modal besar. Namun, setelah turun cetak, mereka masih kerap kesulitan memasukkan buku ke toko buku. Tak sedikit buku yang dikembalikan karena tidak cepat laku.

Selain itu, jika ada permintaan buku lama, penerbit juga kesulitan mencetak kembali dalam jumlah sedikit. Permintaan buku dari lokasi yang jauh juga sulit dipenuhi karena alasan biaya. “Jadi, banyak peluang yang tidak bisa dijangkau buku cetak maupun toko buku biasa. Dengan format digital, berbagai kendala itu bisa diatasi,” tutur Jozep.

Dalam digimobfile, penerbit bisa menjual bukunya dalam format digital. Pembeli yang berminat tinggal mengirim uang ke rekening yang ditentukan. Setelah transfer sukses, mereka bisa melihat buku yang dipesan di layar monitor tempat mengunduh buku tersebut. “Jadi, buku itu tidak bisa dikopi. Bukunya hanya bisa dilihat di komputer pengunduh kapan pun dia mau. Saat ini, transaksi dilakukan dengan transfer uang lewat bank atau ATM, namun ke depan kami akan memakai model pulsa,” ujar Jozep.

Pertama

Ia menambahkan, toko buku digital yang ia kembangkan mungkin menjadi yang pertama di Indonesia. Hal itu terjadi karena saat ini buku digital di Indonesia memang belum marak. Namun, lima tahun ke depan, perkembangan buku digital akan sangat marak sehingga ia optimistis toko buku digital semacam ini akan menjadi tren di masa depan.

Secara terpisah, Sekretaris Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Yogyakarta Sholeh UG mengatakan bahwa toko buku digital merupakan terobosan penting bagi industri buku. “Di Amerika sudah ada alat seperti PDA (personal digital assistance) yang bisa menyimpan ribuan judul buku. Kalau alat itu masuk ke Indonesia, penerbit bisa mati. Toko buku digital ini menjadi langkah awal menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan itu,” katanya. (ARA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s