UN Jangan Jadi Beban Siswa

Selasa, 26 Januari 2010 | 02:56 WIB

PALEMBANG, KOMPAS – Ujian nasional yang akan berlangsung pada Maret 2010 seharusnya tidak menjadi beban siswa. Sekolah dan orangtua diimbau lebih memotivasi siswa dalam mengoptimalkan kemampuan belajar mereka daripada menargetkan kelulusan dengan standar nilai yang tinggi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang Hatta Wazol, Senin (25/1). Atas dasar pemikiran itulah, tahun ini Hatta enggan menentukan target kelulusan dalam ujian nasional (UN). ”Kami memang tidak mau menargetkan apa pun mengenai UN,” katanya.

Penentuan target kelulusan UN, lanjut Hatta, hanya akan memperburuk kondisi kejiwaan siswa dan menurunkan kesiapan mereka menghadapi ujian. Ia mengaku banyak menerima laporan dari sejumlah kepala sekolah SLTP dan SLTA di Kota Palembang yang menceritakan tentang kondisi siswa-siswa mereka yang stres menjelang UN.

Pemicunya antara lain standar nilai kelulusan 5,50 untuk setiap mata pelajaran dan jadwal pelaksanaan UN yang maju dari April ke Maret. Kondisi ini memaksa siswa harus siap sedini mungkin.

”Belum lagi beban tuntutan siswa wajib lulus UN. Sebab, kalau tak lulus akan dianggap memalukan sekolah, keluarga, dan juga diri mereka sendiri. Kondisi semacam ini sebenarnya amat tak sehat dan harus diubah mulai sekarang,” kata Hatta.

UN SLTA dijadwalkan berlangsung pada 22-26 Maret 2010, sedangkan UN SLTP digelar 29 Maret hingga 1 April.

Tahun ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk melaksanakan UN ulangan bagi siswa yang tidak lulus. UN ulangan itu dijadwalkan berlangsung pada 7-20 Mei untuk SLTP dan 10-14 Mei untuk SLTA.

Peran orangtua

Kemudahan ini yang, menurut Hatta, seharusnya bisa meringankan beban siswa. Selanjutnya tinggal bagaimana sekolah dan orangtua berperan dalam menciptakan kondisi nyaman bagi siswa.

Untuk itu, sekolah harus bisa meyakinkan siswa agar sanggup menguasai materi pelajaran dan mampu mengerjakan soal-soal UN. Orangtua lebih berperan menenangkan kondisi kejiwaan siswa di rumah.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Palembang Hermansyah mengatakan, pihaknya sudah cukup membekali siswa untuk menghadapi UN. Hampir setiap hari, 384 siswa kelas XII di sekolah itu mengerjakan soal-soal latihan yang sudah disesuaikan dengan standar kompetensi lulus nasional.

Siswa juga dibebaskan bertanya kepada guru mengenai kesulitan yang dihadapi. Mereka bisa berdiskusi mengenai cara mengerjakan soal.

”Kami selalu memotivasi siswa yang dalam latihan masih sulit mencapai standar nilai lulus 5,50. Motivasi itu disesuaikan dengan karakter setiap siswa. Kami berharap cara itu bisa membuat semua siswa kami lulus,” ungkap Hermansyah.

Jumlah siswa SLTA di Kota Palembang yang akan mengikuti UN 2010 sebanyak 23.424 orang, meliputi 16.233 siswa SMA, 893 siswa madrasah aliyah (MA), dan 6.298 siswa SMK.

Sementara jumlah siswa SLTP yang akan mengikuti UN sebanyak 25.358 orang, terdiri atas 24.128 siswa SMP dan 1.230 siswa madrasah tsanawiyah (MTs).

UN SMA di Palembang akan dilaksanakan oleh 21 sekolah negeri dan 100 sekolah swasta. Sekitar 77 SMA swasta menyatakan sanggup menyelenggarakan UN sendiri, sementara 23 SMA swasta akan menggabung ke sekolah lain karena kondisi kelas tidak memadai dan jumlah peserta UN kurang dari 20 siswa. Selain itu, 11 MA swasta juga akan menggabung ke tiga MA negeri karena alasan yang sama.

Hatta menjamin UN tahun 2010 akan bebas dari kebocoran karena soal ujian akan dikawal ketat oleh polisi. Soal-soal UN juga akan disimpan dalam amplop bersegel dan baru akan didistribusikan sehari sebelum pelaksanaan UN.

Soal tersebut kemudian disimpan di dalam lemari khusus milik sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai pusat subrayon wilayah. Di Palembang terdapat 24 subrayon untuk pelaksanaan UN SLTA dan SLTP. (YOP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s