Buta Huruf, 13.470 Warga Kabupaten Cirebon

Selasa, 26 Januari 2010 | 13:34 WIB

Pengentasan Diperkirakan sampai 2012 Cirebon, Kompas Dari sekitar 2,2 juta warga Kabupaten Cirebon, masih ada 13.470 warga berusia di atas 15 tahun yang belum mampu membaca dan menulis. Pengentasan warga dari buta huruf yang seharusnya selesai pada 2009 mundur satu tahun.

Dari sekitar 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, hingga kini baru tiga kecamatan yang terbebas dari buta huruf, yakni Kecamatan Kedaung, Depok, dan Weru. Sementara warga yang masih buta huruf tersebar di 37 kecamatan lain dan didominasi perempuan berusia 60 tahun ke atas.

Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Informal Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Made Casta mengatakan, meski jumlah warga buta huruf masih ribuan orang, jika dilihat persentasinya, jumlah tersebut relatif kecil, yakni 3,77 persen dari jumlah penduduk. “Tahun 2007 bebas buta huruf mencapai 95,84 persen, tahun 2009 naik menjadi 96,23 persen, dan kini tinggal pengentasannya,” katanya, Senin (25/1).

Casta mengakui, pengentasan warga dari buta huruf tahun lalu tidak terealisasi, di antaranya karena program keaksaraan fungsional yang seharusnya sudah ada tahun lalu belum berjalan. Surat keputusan Gubernur Jawa Barat tentang program pemberantasan buta huruf yang mendukung program tersebut terlambat disahkan. Akibatnya, 6.960 warga buta huruf yang seharusnya sudah bisa dididik tahun lalu terpaksa baru mulai dididik tahun ini.

Sampai 2012

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Cirebon Mahmud Mansyur menyebutkan, mengentaskan 13.470 warga bukan perkara mudah, apalagi dalam jangka waktu satu tahun. Becermin pada kinerja tahun sebelumnya, yakni tahun 2007-2009, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon lewat pusat kegiatan belajar masyarakat mampu menekan angka buta huruf dari 35.000 orang menjadi 13.470 orang. “Agak sulit jika memberantas buta huruf seluruhnya tahun ini. Tahun 2007-2008 saja masih menyisakan sepertiga. Ada kemungkinan tahun ini juga masih sisa sepertiganya,” kata Mahmud.

Angka 13.470 orang pun, lanjutnya, belum jadi angka pasti dan butuh survei data yang lebih akurat. Tidak tertutup kemungkinan, ketika dimintai data, banyak desa tidak mengakui bahwa masih ada warganya yang buta huruf. “Padahal, bisa jadi masih ada yang tak bisa baca. Kalau benar demikian, jumlahnya bisa membengkak lebih dari 13.470 orang,” katanya yang memperkirakan pengentasan warga dari buta huruf baru bisa terealisasi tahun 2012.

Menurut Casta, mengentaskan 13.470 warga buta huruf tahun ini bukan hal yang ringan, apalagi ada sistem baru. Sistem baru itu, antara lain, melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada program keaksaraan fungsional yang didanai APBD provinsi.

Dari 6.960 warga buta huruf di Cirebon yang ditangani lewat APBD provinsi, DMI akan ikut menangani 5.000 warga di antaranya. Adapun Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon hanya memegang 1.960 peserta didik sisanya.

Agar DMI dan Dinas Pendidikan tidak tumpang tindih dalam mendidik peserta buta huruf, peserta didik yang terdata kini harus dilengkapi dengan KTP. Penambahan syarat KTP diakui Casta bisa memperlama proses persiapan belajar-mengajar. (NIT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s