Warisan Budaya Diajarkan di SD

Senin, 25 Januari 2010 | 13:38 WIB

Yogyakarta, Kompas – Warisan budaya atau pusaka daerah mulai diujicobakan pada jenjang pendidikan sekolah dasar di DIY. Melaluinya, apresiasi anak didik terhadap warisan budaya dan alam diharapkan terus tumbuh yang berujung pada pelestarian.

“Harapannya, generasi mendatang lebih peduli terhadap warisan budaya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Setyanto P Santosa, saat membuka seminar “Pendidikan Pusaka untuk Sekolah Dasar di Indonesia” di Universias Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu (23/1).

Bersamaan dengan itu diluncurkan 21 judul modul buku berbagai tema di DIY, di antaranya jenis makanan tradisional dan khas (kipo, tiwul, dan bakpia), upacara tradisional (Gumbregan), dolanan anak (dakon dan gobag sodor), sejarah (Taman Siswa dan Selokan Mataram), keterampilan khas lokal (pranatacara dan menganyam), dan minat khusus (jelajah ke Bukit Turgo). Buku-buku itu merupakan modul pembelajaran pusaka di SD.

Kini, sebanyak 13 SD menjadi proyek percontohan dan mengajarkan di kelas. “Pengenalan program pusaka itu dimaksudkan untuk menguatkan akar budaya dan identitas siswa,” kata Setyanto.

Pihak BPPI akan mencetak 1.000 eksemplar setiap judul. Sebagian untuk dibagikan di sekolah percontohan.

Isi buku padat dengan visualisasi berikut teks informasi yang dimaksudkan menarik bagi anak didik. “Kesadaran itu diharapkan tumbuh, bukan dari paksaan melainkan karena menyenangi,” kata dia.

Usulan kurikulum

Pihak BPPI berharap, pengenalan itu masuk dalam kurikulum. Ada dua paket pendidikan pusaka, yakni mata pelajaran tersendiri atau digabung dalam mata pelajaran lain.

“Menggunakan metode aktif interaktif yang menarik tidak akan membebani pelajaran, misalnya melalui pengamatan, percobaan, dan pengalaman di lapangan,” kata Dewan Pimpinan BPPI Bidang Pendidikan Saujana yang juga Ketua Pusaka Yogyakarta Laretna T Adhisakti.

Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar Menengah Departemen Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan, pendidikan pusaka bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal sekolah atau dipadukan dengan pelajaran lain.

Menurutnya, jika pendidikan pusaka hendak dikenalkan pada jenjang pendidikan SD maka perlu persiapan matang. “Muatan kurikulum pendidikan pusaka harus dapat disusun secara fleksibel dan meliputi pemetaan jenis-jenis kekayaan pusaka bangsa Indonesia,” katanya.

Proyek percontohan itu atas dukungan Depdiknas bekerja sama dengan Badan Pelestarian Pusaka Belanda, Pusat Pelestarian Pusaka Arsitektur UGM, dan Pusat Kurikulum Nasional.

Alasan pemilihan DIY sebagai lokasi proyek percontohan karena “kota pendidikan” itu memiliki pusat-pusat pelestarian pusaka yang aktif. Selain itu, banyak peninggalan pusaka budaya terpelihara baik. (IRE/RWN)

Iklan

One thought on “Warisan Budaya Diajarkan di SD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s