Soal Bahasa Indonesia Jadi Momok

Senin, 25 Januari 2010 | 03:49 WIB

Medan, Kompas – Siswa dan juga guru mengkhawatirkan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia di ujian nasional. Nilai Bahasa Indonesia kerap menjadi nilai terjelek di antara mata pelajaran lainnya. Sejumlah sekolah mencari kiat agar siswa tidak kesulitan mengerjakan soal ini.

”Soal Bahasa Indonesia sering menjebak. Sulit memahami jika tidak dibaca pelan-pelan. Salah sedikit, bisa-bisa salah,” tutur Ayu Handayani, siswa kelas 9 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Medan, Jumat (22/1) pekan lalu saat ditemui di sekolahnya.

Ayu mengaku dari semua (empat) mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia yang paling mengkhawatirkannya. Ayu telah mencoba menyelesaikan semua soal mata pelajaran dalam ujian nasional tahun sebelumnya. Dari semua soal itu, Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang paling sulit dikerjakannya.

Memahami

Wakil Kepala SMPN I Medan Mahmud Rangkuti memahami kesulitan siswa. Tiga siswa yang tidak lulus ujian nasional tahun lalu, dua di antaranya gagal di Bahasa Indonesia. Keduanya tak mampu mencapai standar nilai terendah ketika itu, yaitu 4,25.

Oleh karena itu, SMPN 1, yang juga mempunyai kelas rintisan internasional, akan memfokuskan persiapan siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Para guru SMPN 1 membuka jam pelajaran khusus membaca. Mahmud menilai kurangnya pemahaman siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh belum adanya tradisi membaca.

”Tidak hanya siswa, para guru juga kami beri waktu untuk membaca,” katanya.

Turun

Dua tahun terakhir penyelenggaraan ujian nasional, nilai rata-rata Bahasa Indonesia di sekolah ini turun. Pada tahun 2008, nilai rata-rata Bahasa Indonesia 8,19, sedangkan tahun lalu nilai rata-rata Bahasa Indonesia turun menjadi 7,99.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumatera Utara, nilai rata-rata Bahasa Indonesia tahun lalu menjadi nilai terburuk di antara mata pelajaran lain di tingkat SMP sederajat se-Sumatera Utara.

Nilai rata-rata Bahasa Indonesia siswa 7,17. Adapun nilai pelajaran lain adalah Bahasa Inggris 7,32, Matematika 7,95, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 7,48.

Belum dipahami

Ketua Dewan Pendidikan Medan Mutsyuhito Solin mengatakan sejauh ini fungsi bahasa belum mampu dipahami sebagian siswa. Fungsi tersebut di antaranya menyangkut ekspresi, interpretasi, deskripsi, dan menerjemahkan.

Senada dengan Mahmud, fungsi bahasa ini bisa berjalan jika siswa mempunyai tradisi membaca yang baik. Pola pengajaran Bahasa Indonesia mesti mendapat evaluasi kritis.

Selama penekanan pengajaran mata pelajaran ini pada kemampuan lisan. Selanjutnya sudah semestinya pendidik menekankan pada kemampuan membaca dan menulis. (NDY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s