Disdik Jabar Siapkan Pedoman RSBI

Senin, 25 Januari 2010 | 14:08 WIB

Bandung, Kompas – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tengah menyusun pedoman standar pendidikan di sekolah. Tujuannya, antara lain, untuk meredam persoalan di rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) yang salah satunya berupa penurunan standar mutu.

Kepala Seksi Pembinaan RSBI Dinas Pendidikan Jabar Iip Hidajat, Sabtu (23/1), mengatakan, salah satu RSBI di Jabar, yaitu SMA Islamic IBS Kabupaten Bekasi, telah diturunkan statusnya satu level lebih rendah menjadi sekolah standar nasional.

“Mungkin karena tidak melaksanakan aturan semestinya atau menjaga kualitas RSBI seperti seharusnya,” tutur Iip menjawab pertanyaan mengenai penyebab penurunan status itu di sela-sela seminar pendidikan di Aula Universitas Islam Bandung.

Ia mengatakan, kewenangan menetapkan dan membatalkan status RSBI berada di Kementerian Pendidikan Nasional, bukan provinsi. “Sekolah, terutama yang RSBI, tidak bisa asal-asalan mengelola. Ada standarnya. Kalau gagal mempertahankannya, ya jadi seperti ini,” ujarnya.

Terkait pula dengan peristiwa ini, Dinas Pendidikan Jabar tengah membuat pedoman standar pendidikan yang mengacu pada delapan standar nasional pendidikan, di antaranya sarana dan prasarana, isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, serta pembiayaan.

“Standar yang tengah disusun ini disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik di Jabar agar tidak ada perbedaan yang mencolok satu sama lainnya,” ucapnya. Pedoman standar RSBI ini menurut rencana diberlakukan pada 2010. Standar itu, antara lain, mewajibkan SMA RSBI memiliki 30 persen guru berkualifikasi S-2.

Setiap triwulan akan ada evaluasi dari tim yang dibentuk dinas pendidikan dengan keanggotaan unsur birokrat dan profesional untuk mengontrol kualitas RSBI. Ia pun berharap pedoman ini setidaknya bisa ikut meredam isu kecenderungan tingginya biaya pendidikan di RSBI.

Tarif internasional

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia Iwan Hermawan mengatakan, pada praktiknya RSBI memunculkan sejumlah persoalan besar, misalnya kesenjangan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

“Di lapangan, RSBI kerap diartikan sebagai sekolah bertarif internasional. Biayanya sangat tinggi, mulai dari Rp 10 jutaan sampai Rp 60 jutaan per tahun,” katanya. Ia khawatir RSBI hanya akan diisi siswa dari kelompok masyarakat yang mampu secara finansial.

“Yang disayangkan juga, sekolah RSBI ini kebanyakan adalah sekolah negeri. Nah, sekolah-sekolah negeri biasanya lebih banyak siswa miskinnya ketimbang yang kaya. Makanya, sekolah ini disubsidi,” tutur Iwan yang menganggap RSBI lebih ideal diterapkan di sekolah swasta.

Dari 64 SMA/SMK RSBI yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional, hanya tujuh di antaranya yang merupakan sekolah swasta. Saat ini tengah diusulkan tambahan 10 SMA/SMK RSBI baru, antara lain di Purwakarta, Cimahi, dan Bogor.

Iwan Kurniawan, praktisi pendidikan dari Muhammadiyah, mengatakan, sekolah memang wajib berorientasi pada mutu dan pelayanan, tetapi tidak berarti mengejar status RSBI. (jon)

Iklan

2 thoughts on “Disdik Jabar Siapkan Pedoman RSBI

    • terima kasih atas kunjungan nya p asep …..

      maaf saya tidak paham pertanyaan bapak, mohon di perjelas pertanyaan nya ……

      terima kasih 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s