Persiapan UN Tidak Ganggu Persiapan Siswa

Rabu, 13 Januari 2010 | 03:57 WIB

Medan, Kompas – Percepatan ujian nasional tidak akan mengganggu persiapan siswa dan sekolah. Percepatan hanya dua minggu dari jadwal. Kementerian Pendidikan Nasional meminta pihak sekolah untuk mengatasi kekurangan jam pelajaran setiap minggu.

”Percepatan itu tidak perlu terlalu dirisaukan. Percepatan tetap bisa diselesaikan, kecuali jika percepatan UN ini sampai dua bulan atau satu bulan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai menghadiri Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Se-Sumatera Utara di Medan, Selasa (12/1).

Nuh mengatakan, percepatan UN (ujian nasional) tahun ini hanya berlangsung dua minggu dari jadwal biasanya. Waktu percepatan ini tidak akan memakan jam pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Kekurangan jam pelajaran bisa diselesaikan pihak sekolah dengan menambah jam pelajaran setiap minggu.

”Jika setiap minggu menambah satu kali pelajaran, akan selesai,” katanya.

Dia meminta kepada setiap pejabat dinas pendidikan di daerah di Sumut untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa UN tetap jalan. Metode pelaksanaan, tuturnya, sangat terbuka untuk diperbaiki dari waktu ke waktu.

”Kami sedang menyiapkan perbaikan mulai dari kualitas soal dan pelaksanaan. Tingkat kedalaman materi dikawinkan dengan realitas persoalan pendidikan,” katanya.

Selanjutnya, tiap-tiap kepala daerah bisa mempunyai target kelulusan tinggi. Namun, dia menekankan agar target tersebut tidak dicapai dengan cara-cara yang curang.

”Kami juga mengajak media massa turut memantau pengawasan pelaksanaan UN,” katanya.

Belum terima putusan MA

Nuh menanggapi banyaknya sorotan dari masyarakat pasca- keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) pada November 2009. Akan tetapi, sampai saat ini Nuh belum menerima salinan putusan ini dari MA. Namun, jika putusan MA sama dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional sudah melaksanakannya.

”Sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan secara nasional,” katanya.

Bukan satu syarat

Pada kesempatan yang sama, Nuh juga membantah jika UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan siswa. Syarat kelulusan ini antara lain berhasil menyelesaikan semua mata pelajaran, menunjukkan akhlak yang baik, dan lolos ujian nasional.

”Jadi, tidak benar jika UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Pendataan UN Dinas Pendidikan Sumut Dwi Anang Wibisono mengatakan, peserta UN tahun ini di Sumut ini naik sebanyak 14.107 orang. Peningkatan terbanyak pada peserta sekolah menengah kejuruan sebanyak 8.831 siswa. Hal ini terjadi karena sekolah kejuruan lebih banyak menawarkan pendidikan keterampilan.

Adapun seluruh peserta UN, mulai dari SMP, SMA, MA, hingga SMK, di Sumut sebanyak 435.734 siswa. Dari jumlah itu, peserta UN tingkat SMP 247.970 siswa, SMA/MA 123.949 siswa, dan SMK 63.815 siswa. Peserta UN tingkat SMP dan SMK mengalami peningkatan dari tahun lalu. Sementara siswa UN tingkat SMA/MA mengalami penurunan sebanyak 2.389 siswa dari tahun lalu.

Adapun tahun lalu peserta UN sebanyak 421.627 siswa. Seluruh peserta ini berasal dari siswa SMP 240.305 orang, SMA/MA 126.338 orang, dan SMK 54.984 orang. (NDY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s