Mengenalkan Seni Keramik kepada Anak-anak

Selasa, 12 Januari 2010 | 03:42 WIB

Sekarung tanah liat, Minggu (10/1) di Pasar Seni Ancol, Jakarta, jadi rebutan puluhan anak. Mereka tertib dan antre mengambil tanah liat seperlunya. Lalu mengambil posisi duduk di bangku-bangku panjang yang disediakan.

Tangan anak-anak yang mungil itu semula tampak kaku. Belum jelas benar tanah itu mau diapakan. Ada yang menggulung tanah, ada yang memipihkannya, ada pula yang mencoba menaruhnya di meja berpusing mekanik dan elektrik. Lambat laun mereka seperti telah menyelesaikan sesuatu.

Mereka berhasil mengeksploitasi tanah liat menjadi karya seni. Ada vas bunga berbentuk kepala orang. Ada teko, ada bunga, dan banyak bentuk lainnya. Unik dan menarik. Sulit menghentikan mereka. Selesai satu keramik, mereka buat lagi bentuk lain. Baju kotor dengan tanah liat, mereka tak hirau. Anak-anak seperti menemukan minat barunya.

”Aku suka melukis, tapi membuat keramik baru kali ini mencoba. Senang dan mengasyikkan,” kata Aura Nabila Yuranda, murid kelas IV SDI Al-Azhar Kembangan. Dalam tempo setengah jam, Aura selesai membuat vas bunga bergambar kepala orang.

Kakaknya, yang duduk di bangku kelas VII SMP Al Azhar, Kembangan, juga membuat keramik menurut kata hatinya sendiri. Sejumlah anak-anak yang lain asyik mengerjakan keramik setelah terus dimotivasi seniman keramik senior Sri Hartono (75).

”Ayo anak-anak … jangan meniru. Buatlah bentuk sesuka hatimu. Hasilnya pasti bagus,” ujar Sri Hartono.

Mendengar itu, anak-anak jadi semangat. Anak-anak lain, yang semula belum berani membuat keramik, akhirnya mencoba mengambil sebongkah kecil tanah liat dan duduk di kursi. Ditemani orangtua mereka, anak-anak terlihat begitu mandiri. Berani.

Juru bicara Ancol Taman Impian, Nicke Putri, mengatakan, mengenalkan keramik kepada anak-anak merupakan rangkaian Pameran Keramik Internasional bertajuk Jakarta Contemporary Ceramic Biennale.

”Kami tak mengira, anak-anak begitu antusias ingin mencoba. Mungkin ini salah satu jalan untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni keramik,” ujar Nicke, yang anak semata wayangnya juga asyik membuat keramik.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, pameran keramik dan workshop keramik untuk menggalakkan apresiasi seni keramik. ”Besar harapan kami, bienial keramik kontemporer bisa menggugah dan mendorong karya cipta keramik, baik dalam konteks perkembangan seni rupa, perkembangan industri kerajinan, maupun pengenalan kepada anak-anak,” ujarnya.

Pameran keramik berlangsung hingga 20 Januari mendatang. Hari Minggu (17/1) mendatang, anak-anak bisa membuat keramik lagi di Pasar Seni Ancol. (NAL)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s