UN Belum Bisa Dipakai

Selasa, 29 Desember 2009 | 02:45 WIB

Medan, Kompas – Ujian nasional dinilai belum bisa menjadi syarat masuk ke perguruan tinggi. Pelaksanaan dan hasil UN selama ini masih perlu banyak perbaikan. Lantaran itu, Universitas Negeri Medan akan memantau lebih dekat pelaksanaan UN tahun ini.

”Sejauh ini UN belum kredibel karena itu belum bisa dipakai sebagai syarat untuk masuk ke perguruan tinggi. Kita lihat saja pelaksanaan tahun ini, semoga ada perbaikan,” ujar Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Syawal Gultom, Senin (28/12) di Medan.

Dia mengatakan, pemerintah mestinya memperbaiki mekanisme pelaksanaan UN jika ingin menjadikannya sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung pada November lalu. Dalam keputusannya, MA menilai UN masih ada persoalan yang perlu perbaikan. Persoalan yang muncul di lapangan selama ini adalah praktik kecurangan oleh siswa ataupun guru.

Syawal mengatakan, Unimed akan lebih dekat terlibat proses pelaksanaan UN tahun ini. Selain menjadi pengawas, akademisi Unimed akan terlibat dalam penggandaan dan distribusi soal. Unimed, tuturnya, akan menurunkan tim khusus untuk mengevaluasi pelaksanaan UN.

”Tim ini akan bekerja selama pelaksanaan UN berlangsung dan kemudian memberikan penilaian setelah itu,” katanya.

Bangun mekanisme

Ketua Dewan Pendidikan Medan Mutsyuhito Solin mengatakan, terlalu dini menjadikan hasil UN sebagai syarat masuk perguruan tinggi. Sebelum hal ini diberlakukan, semestinya dibangun terlebih dahulu mekanisme penilaian yang selama ini berlaku di perguruan tinggi. ”Standar perguruan tinggi perlu disiapkan dahulu,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri mengatakan, UN tetap akan digelar pada Maret tahun ini. Pelaksanaan UN berlangsung lebih cepat dari biasanya yang digelar pada April atau Mei. Percepatan ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan tentang pelaksanaan UN tahun ini.

Pelaksanaan UN tahun ini, katanya, berbeda dengan tahun sebelumnya.

Peserta UN yang tidak lulus bisa mengulang ujian di waktu berikutnya. Perubahan juga berlaku untuk keterlibatan perguruan tinggi.

”Sebelumnya mereka bertugas sebagai tim independen, tetapi kali ini mereka bisa menjadi pengawas dan masuk ke ruangan,” katanya.

Hasan berpendapat, hasil UN mesti mendapat apresiasi sebagai salah satu syarat masuk ke perguruan tinggi.

”Siswa bisa mengukur kemampuan mereka sesuai nilai UN. Perguruan tinggi lalu menyeleksi mereka seperti penerimaan siswa baru,” kata Hasan. (NDY)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s