JANGAN DIAM, LAWAN KORUPSI???

Jumat, 11 Desember 2009 | 05:38 WIB

Apa yang tebersit di pikiran MuDAers setelah mendengar kata korupsi? ”Korupsi itu khianat, mencuri uang rakyat, perilaku tak bermoral, penyelewengan kekuasaan, dan hanya generasi tua yang dianggap dapat menyelesaikan korupsi”.

Itulah sepenggal tanggapan yang kami sarikan dari berbagai pendapat para MuDA tentang korupsi. Nah, sekarang, apakah kita sebagai pelajar SMA hanya bisa terdiam, menonton, dan tidak bisa turut andil dalam upaya pemberantasan korupsi?

Emang bener sih korupsi identik dengan pejabat dan aparatur negara yang menyelewengkan kekuasaannya. Bahkan, ada anggapan, penyelesaian korupsi itu hanya dapat diupayakan ”generasi tua”.

Tetapi, anggapan tersebut sudah tidak berlaku lagi saat ini. Kita sebagai generasi MuDA tidak bisa hanya diam, melihat korupsi yang semakin merajalela di negeri ini. Kita sebagai pelajar SMA bisa turut serta lho dalam upaya pemberantasan korupsi.

Salah satu bentuknya adalah seperti yang kita lakukan pada Kamis (12/11) lalu dengan menggelar acara Deklarasi Anti Korupsi.

Berawal dari kegelisahan dan keprihatinan kami melihat situasi dan kondisi politik yang berkaitan dengan masalah korupsi, saling serang antarlembaga negara dan juga keadilan yang tak kunjung ditegakkan, kami siswa-siswi SMAN 13 Jakarta tergerak untuk menggelar aksi Deklarasi Anti Korupsi. Tujuannya, sebagai upaya pendidikan antikorupsi sejak dini.

Kami sebagai pelajar SMA melakukan deklarasi itu karena kami peduli terhadap penyakit korupsi yang menggerogoti negara ini. Kami merasa memiliki hak dan kewajiban untuk andil dalam menyikapi masalah yang terjadi.

Untuk itu, kami pun berupaya mengekspresikan keprihatinan kami dengan cara mencurahkan pesan-pesan di atas kain putih sepanjang 100 meter dalam bentuk tanda tangan, gambar, karikatur, juga tulisan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi dan pendidikan antikorupsi.

Deklarasi Anti Korupsi

Hari itu Kamis (12/11). Saat pelajar SMP dan SMA sederajat sedang melakukan aktivitas belajar-mengajar di sekolah masing- masing, kami siswa-siswi SMAN 13 sibuk menggelar kain sepanjang 100 meter di lapangan sekolah kami.

Kami mengacarakan Deklarasi Anti Korupsi yang mengekspresikan kepedulian kami terhadap apa yang terjadi di negeri tercinta ini. Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah Drs H Aswad Syahrir, MM dan Ketua OSIS SMAN 13 Raja Hanif Fuady.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan tari saman dari kelompok ekstrakurikuler tari SMAN 13. Yang unik, para penari menempelkan stiker bertuliskan ”Awas! Bahaya Laten Korupsi” di lengan kiri mereka.

Saat tari saman dipentaskan, hujan gerimis pun turun dan disambut sorak-sorai siswa-siswi yang mulai pindah ke koridor untuk berteduh.

Semangat para penari saman tidak surut dengan datangnya gerimis. Mereka tetap melanjutkan tarian tersebut hingga selesai. Walaupun hujan semakin deras, itu tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan acara.

Setelah penampilan tari saman, tim Paduan Suara Vocal Group (PSVG) pun tampil dan menyanyikan mars Bersih Transparan Profesional (BTP) yang merupakan slogan antikorupsi sekolah kami.

Kami menyuarakan Deklarasi Anti Korupsi yang dibacakan Ketua OSIS kami dan diikuti perwakilan semua kelas. Gemuruh para penonton pun mewarnai pembacaan deklarasi tersebut.

Setelah pembacaan deklarasi, gerakan 1.000 tanda tangan pun dimulai. Kami sangat antusias berpartisipasi membubuhkan tanda tangan dan menyampaikan pesan-pesan kami di atas kain tersebut.

Harapan

Dari deklarasi yang dilaksanakan, kami berharap hal tersebut dapat menggerakkan pelajar-pelajar dari sekolah lain agar kita dapat bersama-sama menumbuhkan sikap antikorupsi.

Deklarasi tersebut dapat dijadikan indikator bahwa generasi muda saat ini lebih peka dan kritis serta berperan aktif terhadap masalah yang terjadi di negeri ini. Tak hanya itu, semoga gerakan ini tidak hanya sebagai euforia belaka dan dapat menjadi sebuah potret nyata kepedulian kami terhadap apa yang terjadi di negeri ini.

”Kami berharap, dengan diadakannya acara ini, kami bisa menjadi motor penggerak bagi pelajar-pelajar dari SMA dan SMK sederajat, baik negeri maupun swasta lain,” ucap Raja, Ketua OSIS SMAN 13.

”Gue harap budaya antikorupsi mulai diterapkan sejak dini dan diajarkan dalam lembaga pendidikan,” harap Ucang, salah seorang siswa SMAN 13.

Berdasarkan rasa kepedulian dan rasa inisiatif kami untuk melaksanakan hal-hal kecil tersebut, dapat berdampak besar terhadap bangsa ini.

Sepatutnya koruptor merasa malu untuk melakukan tindakan korupsi.

(Tim Kompas MuDA SMAN 13: Ichwan Nur Arifin, Arie Dia Fauzan, Ardian Dwi Cahyo, Beatrix Oktaviani Sesario Dilla, Dessyra Anandita Putri, Husni Mubarak, Mutiara Rustani, Purwandini Sakti Pratiwi, Raja Hanif Fuady)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s