Guru Tak Banyak Manfaatkan Komputer

Jumat, 4 Desember 2009 | 16:56 WIB

Yogyakarta, Kompas – Kemampuan komputer guru di DIY masih perlu ditingkatkan. Meskipun angka melek komputer di kalangan guru cukup tinggi, masih banyak guru yang belum bisa memanfaatkan komputer dalam proses belajar-mengajar.

Kepala Bidang Perencanaan dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY Baskara Aji menyatakan, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar guru baru mampu mengoperasikan aplikasi dasar komputer. “Namun, mereka belum dapat menggunakannya untuk mempermudah pembelajaran atau agar pelajaran menjadi lebih menyenangkan,” ujarnya, seusai memberi penghargaan pelajar pemenang kompetisi teknologi informasi dan komputer di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Yogyakarta, Kamis (3/12).

Menurut Baskara, komputer dimaksudkan sebagai alat bantu belajar. Dengan demikian, penguasaan komputer pada guru dan murid seharusnya diarahkan untuk mempermudah proses belajar-mengajar. Namun, hingga saat ini, pelajaran komputer di sekolah cenderung menjadi mata pelajaran sendiri yang terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Hal ini tidak lepas dari masih minimnya penguasaan dan kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komputer. Masih minimnya penguasaan ini terutama terjadi pada guru di jenjang sekolah dasar maupun guru yang telah berusia lebih dari 40 tahun.

Untuk meningkatkan kemampuan komputer para guru, Pemprov DIY melaksanakan sejumlah program pengembangan teknologi informasi dan komputer (TIK) khusus guru, termasuk penyediaan fasilitas TIK. Salah satu program pengembangan adalah pelatihan TIK kepada lebih kurang 800 guru setiap tahun.

Berbasis TIK

Selain itu, sejumlah sekolah unggulan di DIY juga akan menjadi proyek percontohan nasional sebagai pusat pendidikan berbasis TIK. Sejumlah sekolah itu antaralain SMP Negeri 5 Yogyakarta; SMA Negeri 8 Yogyakarta; SMA Negeri 1 Sewon, Bantul; SMP Negeri 2 Sewon, Bantul; SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta; dan SMK Pengasih, Bantul.

Kepala Seksi Layanan dan Promosi BTKP Nanik Sumbawati mengatakan, untuk tingkat pelajar, DIY justru sudah mampu bersaing dengan daerah lain. Hal ini bisa dilihat dari persentase pemanfaatan laboratorium komputer sekolah yang mencapai 67 persen dari jumlah pelajar DIY.

Prestasi pelajar DIY di tingkat nasional antara lain menjuarai kompetisi TIK Nasional Ki Hajar Dewantara kategori Bahasa Indonesia yang diraih Natasha Nurul Annisa, SMP Negeri 4 Pakem, Sleman. (IRE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s