Sekolah Berusaha Tidak Panik

Rabu, 2 Desember 2009 | 13:24 WIB

Bandung, Kompas – Meski ujian nasional tahun 2010 tetap diadakan dengan sejumlah perubahan besar, sekolah berusaha agar tidak panik. Pemantapan UN pun diadakan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami yang di lapangan berusaha tidak panik, cemas, atas perubahan ini. Mau tidak mau persiapan harus tetap berjalan. Siswa dikondisikan menyesuaikan perubahan,” tutur Endah Mayasari, guru SMPN 14 Kota Bandung, Selasa (1/12).

Perubahan dimaksud tidak lain soal kemungkinan dimajukannya jadwal UN dari biasanya April ke Maret. Perubahan lain adalah ketentuan teknis ujian yang kini dicampur. Artinya, dalam satu ruangan, peserta ujian bisa dari beragam kelas, mirip pelaksanaan seleksi masuk di perguruan tinggi negeri.

“Ujian model teknis seperti ini bisa menurunkan moral siswa. Di tempat sendiri saja kadang mereka masih merasa tegang, apalagi kalau di tempat luar,” ucap Endah. Ia juga mengkhawatirkan kebingungan para siswa saat mencari lokasi ujian itu.

Ia menyesalkan, selama ini pembenahan UN yang dilakukan pemerintah melulu terkait persoalan teknis. “Yang diutak-atik hanya persoalan teknisnya, sementara esensi, misal kualitas soalnya, tidak terlalu diperhatikan,” kata Koordinator Litbang Asosiasi Guru Matematika Indonesia ini.

Mengingat pelaksanaan UN bakal dimajukan, SMPN 14 Kota Bandung telah mulai memantapkan persiapan UN sejak minggu lalu. Pemantapan dilakukan dengan memberikan jam pelajaran ekstra untuk mata pelajaran yang di-UN-kan. “Semester VI ini kami praktis hanya mengulang pelajaran di kelas I dan II,” ujar Endah.

Rahyan Widianto, siswa kelas XII SMPN 14 Kota Bandung, menuturkan, meskipun masih bingung menanti kepastian UN, ia tetap berkonsentrasi mengikuti pemantapan di sekolah. “Pemantapan tiap hari. Senin sampai Jumat tambahan sejam, sedangkan hari Sabtu lima jam,” ujarnya.

Pemantapan UN yang lebih cepat dari jadwal semestinya juga dilakukan di SMAN 5 Kota Bandung. “Hari Sabtu yang biasanya untuk ekskul (ekstrakurikuler) diganti pemantapan,” ungkap Silvia Metha (16), siswi kelas XII SMAN 5 Kota Bandung. Tahun-tahun sebelumnya, pemantapan UN bisanya dilakukan pada semester VI.

Tetap tenang

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK Se-Kota Bandung Dedi Indrayana mengatakan, sekolah harus tetap tenang menyikapi ketidakpastian UN tahun depan, termasuk soal berbagai kemungkinan perubahan format ujian.

“Sekolah tidak bisa terpengaruh pro-kontra UN, harus tetap bisa berkomitmen pada peserta didik. Caranya, ya dengan persiapan semaksimal mungkin. Bagaimanapun, UN kan baik untuk pemetaan kualitas siswa,” tutur Kepala SMKN 8 Kota Bandung ini.

Di SMKN 8 Kota Bandung, pemantapan UN telah dilakukan sejak awal semester VI. Materi tambahan diintegrasikan ke dalam pelajaran normal. “Jam pelajarannya yang ditambah langsung, misalnya Matematika dari empat jam menjadi lima jam seminggu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi mengatakan, sambil menunggu turunnya petunjuk teknis tentang UN tahun 2010, sekolah dan guru sebaiknya tetap bersiap menghadapi UN sebaik mungkin. (jon)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s