Siswa Lari ke Bimbingan

Kamis, 26 November 2009 | 12:23 WIB

Yogyakarta, Kompas – Pelajar memang menuntut ilmu setiap hari di sekolah masing-masing. Namun, untuk menghadapi ujian nasional, sejumlah pelajar mengandalkan lembaga bimbingan belajar. Dipercepatnya pelaksanaan UN pada Maret 2010 membuat lonjakan peserta bimbingan belajar terjadi lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Marketing dan Humas Primagama Hari Nuryanto menyatakan, akhir November 2009, lonjakan peserta program intensif persiapan ujian nasional (UN) dan seleksi masuk perguruan tinggi mencapai sekitar 35.000 orang di 700 cabang Primagama di seluruh Indonesia. Lonjakan jumlah peserta tahun ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya, lonjakan mulai pertengahan Desember. Tahun 2009, pertengahan November sudah banyak yang mendaftar,” ujar Hari di Yogyakarta, Rabu (25/11).

Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta program intensif diprediksi terus meningkat hingga 100.000 orang. Mereka terdiri atas pelajar kelas akhir SD, SMP, SMA, dan SMK yang akan menempuh UN. Selain program intensif, Primagama juga membuka program reguler (tambahan pelajaran yang berlangsung setahun) dengan jumlah peserta untuk tahun 2010 mencapai 200.000 orang.

Kepala Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) Yogyakarta Vincentia Nora menuturkan, jumlah peserta program intensif “Sukses UN 2009” meningkat sekitar 15 persen dari tahun 2008. Peningkatan tersebut diduga dipicu sejumlah faktor, di antaranya meningkatnya nilai standar kelulusan serta percepatan waktu pelaksanaan UN.

Tahun 2009, GO Yogyakarta membuka sembilan kelas program intensif, yaitu enam untuk UN SMA dan tiga untuk UN SMP. “Semua program sudah penuh terisi,” tuturnya. Bimbingan SMK

Menurut Nora, peserta semua program bimbingan belajar di GO Yogyakarta saat ini mencapai 4.000 pelajar yang terdiri atas pelajar SD, SMP, dan SMA. Dari jumlah ini, jenjang SMA paling diminati dengan komposisi 65 persen, disusul SMP 25 persen, dan SD 15 persen.

Sejumlah lembaga bimbingan belajar juga mulai membuka program UN untuk SMK. Program ini cukup diminati meskipun jumlah peserta tidak sebanyak di SMA.

Ni Made Sekar (17), pelajar kelas XII IPA 5 SMA Negeri 9 Yogyakarta, mengaku mulai mengikuti program intensif di salah satu lembaga bimbingan belajar mulai pekan ini. Hal ini karena waktu UN lebih cepat. “UN lebih cepat dari perkiraan, jadi harus cepat bersiap,” tuturnya.

Dengan mengikuti bimbingan belajar, Sekar berharap memperoleh lebih banyak latihan soal. Menurutnya, selain disertai pembahasan jawaban, latihan soal di bimbingan belajar juga lebih banyak jumlah maupun variasinya.

Untuk mengikuti bimbingan belajar intensif sekitar tiga bulan, dibutuhkan dan sekitar Rp 2 juta. Dengan dana sebesar itu, tidak banyak pilihan bagi pelajar dari keluarga miskin untuk mempersiapkan masa depannya. (IRE)

Iklan

One thought on “Siswa Lari ke Bimbingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s