Pelajaran Antikorupsi di Sekolah

Kamis, 26 November 2009 | 04:08 WIB

Zagreb, Rabu – Sebagai upaya bergabung dengan Uni Eropa, Kroasia membawa kampanye antikorupsi ke sekolah-sekolah, Rabu (25/11). Pengurangan antikorupsi yang meluas di Kroasia merupakan syarat kunci bagi negara itu untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Kementerian Kehakiman Kroasia meluncurkan Kelas Antikorupsi dengan model pemaparan dan diskusi di sebuah sekolah di kota Osijek, timur Kroasia. Kelas-kelas serupa akan diadakan pula di semua sekolah menengah pada tahun ini.

Kroasia berharap bisa menyelesaikan pembicaraan soal bergabung dengan Uni Eropa (UE) pada tahun depan dan resmi bergabung dengan blok itu tahun 2012. Akan tetapi, Brussels menyatakan bahwa Kroasia harus lebih dulu meningkatkan pemberantasan korupsi dan memperkuat lembaga yudisialnya.

Kampanye antikorupsi di Kroasia meraih momentum sejak Jadranka Kosor mengambil alih pemerintahan konservatif, menyusul pengunduran diri pendahulunya, Ivo Sanader, secara tiba-tiba pada Juli lalu.

Sejak Kosor berkuasa, seorang mantan menteri pertahanan semasa Sanader berkuasa didakwa korupsi. Dakwaan itu membuka jalan menuju pengadilan antikorupsi pertama terhadap pejabat tinggi pemerintah. Sebelumnya, lembaga yudisial Kroasia yang tidak efektif menyebabkan hanya sedikit pengadilan kasus korupsi yang selesai dan lebih sedikit lagi yang berujung pada penuntutan.

Pekan lalu, pemerintah memecat pemimpin perusahaan jalan tol HAC menyusul tudingan media bahwa dia melakukan kesepakatan bisnis ilegal. Wakil Perdana Menteri Damir Polanec mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan lalu menyusul serangkaian skandal korupsi.

Pada Oktober lalu, polisi juga menahan sejumlah manajer, termasuk mantan pemimpin perusahaan dan pemimpin perusahaan grup perusahaan makanan terkemuka, Podravka. Polisi menuduh mereka mencoba membeli mayoritas saham di Podravka dengan menggunakan dana yang dimiliki perusahaan.

”Korupsi di negara ini terutama adalah hasil dari warisan budaya dan mentalitas. Itulah sebabnya, kami menyambut baik tindakan pencegahan semacam ini,” kata Zorislav Antun Petrovic, yang memimpin unit lokal lembaga Transparency International.

UE kini beranggotakan 27 negara. Kroasia melamar keanggotaan UE pada tahun 2003 dan telah menjadi kandidat anggota UE sejak Juni 2004. Pada 3 Oktober 2005, UE membuka negosiasi penggabungan dengan Kroasia. (reuters/fro)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s