Ujian Dipercepat Korbankan Guru dan Murid

Jumat, 13 November 2009 | 11:21 WIB

Yogyakarta, Kompas – Majunya jadwal ujian nasional secara mendadak pada tahun ajaran 2009/2010 ini dinilai mengorbankan guru dan murid. Seharusnya, sebuah kebijakan pendidikan dilaksanakan setelah melalui perencanaan disertai kesiapan di lapangan.

“Korban pertama sebenarnya adalah para guru. Mereka bisa dipastikan akan kalang kabut mengubah rencana. Guru-guru juga pihak yang paling merasakan tekanan nantinya murid-muridnya banyak yang tidak lulus,” tutur Wuryadi, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Kamis (12/11).

Menurut Wuryadi, pengumuman majunya UN ini setidaknya diberikan pada awal tahun ajaran baru sehingga guru dan murid mempunyai kesempatan mempersiapkannya. Pengumuman yang mendadak itu menunjukkan keputusan diterapkan atas dasar pertimbangan praktis. Padahal, kebijakan di bidang pendidikan harus dipersiapkan secara matang dan tidak bisa diterapkan atas perhitungan praktis. Hal ini mengingat dampaknya yang sangat luas.

“Kebijakan ini kelihatan sekali hanya demi kepentingan administrasi pemerintah saja, tidak memperhitungkan keadaan di lapangan yang sama sekali tidak siap. Akibatnya, para murid dan guru yang harus bersusah payah mengikuti,” tuturnya.

Seperti telah diberitakan, UN 2009/2010 mulai berlangsung pada pekan ketiga Maret 2010 atau sekitar sebulan lebih awal dari jadwal biasanya. Perubahan jadwal secara mendadak ini diduga kuat untuk memberi kesempatan pelaksanaan UN ulangan bagi yang gagal UN utama.

Sejumlah sekolah mengaku tidak mengira jadwal UN dipercepat. Mereka juga baru menerima kepastian majunya jadwal pada pekan ini. Majunya jadwal juga membuat panik sejumlah murid. Dengan banyaknya hari libur dan ujian semester, SMA/SMK tinggal mempunyai waktu efektif sekitar dua bulan sebelum UN. “Sampai sekarang, kami masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai detail dan tata cara pelaksanaan. Sejauh ini, kami baru menerima garis besarnya saja,” tutur Kepala SMA Negeri 9 Yogyakarta Hardja Purnama.

Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Baskara Aji mengaku baru bisa melakukan sosialisasi secara resmi paling cepat awal Desember. Hal ini karena prosedur operasional standar UN dari pusat belum diterima. (IRE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s