Banyak Guru Tak Pantas Jadi Guru

Sabtu, 24 Oktober 2009 | 04:17 WIB

Jakarta, Kompas – Dari sekitar 2,8 juta guru berbagai jenjang pendidikan, banyak yang sebenarnya tidak layak menjadi guru profesional. Ketidaklayakan ini antara lain karena tingkat pendidikan guru yang tidak memenuhi syarat serta belum memiliki sertifikat pendidik.

Guru yang tidak layak ini sebagian besar justru guru di tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Di TK, berdasarkan data pendidikan nasional Depdiknas 2007/2008, sekitar 88 persen tak layak serta di tingkat SD sekitar 77,85 persen yang tak layak jadi guru.

Di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sekitar 28,33 persen guru yang tak layak mengajar, di sekolah menengah atas (SMA) sekitar 15,25 persen, serta di sekolah menengah kejuruan (SMK) sekitar 23,04 persen.

Ketidaklayakan guru itu sebagian besar karena tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimum D-IV atau strata 1 yang kini dipersyarakatkan pemerintah. Guru yang mengajar di TK dan SMP umumnya berpendidikan SMA hingga diploma.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo di Jakarta, Jumat (23/10), mengatakan, meningkatkan mutu guru tidak bisa ditawar lagi. Peningkatan itu juga mesti seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru.

”Harus ada keberpihakan semua pihak untuk menjadikan guru Indonesia bermartabat dan profesional. Harus diatur supaya gaji guru layak, minimal bisa sama dengan upah minimum di daerah,” ujar Sulistiyo.

Praktisi pendidikan Arief Rachman mengatakan, guru harus mampu melayani siswa dalam keragamannya sehingga potensi siswa bisa berkembang. Guru juga mesti berkreasi menciptakan sistem pembelajaran yang menyenangkan.

Secara terpisah, Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Idham Samawi mengatakan, Bantul merupakan kabupaten terbanyak yang memiliki guru pascasarjana. Dari sekitar 4.500 guru yang mengajar di semua sekolah di Bantul, 158 orang di antaranya mengantongi ijazah pascasarjana. Sebagian besar adalah pengajar di tingkat SMA dan SMK. ”Jumlah guru bergelar master tersebut terbanyak se-Indonesia,” kata Samawi. (ELN/ENY)

Iklan

2 thoughts on “Banyak Guru Tak Pantas Jadi Guru

  1. hati-hati terhadap pendapat para anasir pendidikan, ingat itu ada uudang diballik batu, ketika pemerintah merespon pendapatnya ia semakin bergaya mucul segala macam lembaga dengan berbagai proposal dengan tujuan mencari kerjaan sampingan,program itulah,progarm inilah yang akan disosialisasikannya kepada guru, guru selama ini yang pintar dan yang bodo hanya sebagai objek ojekan, ade istilah program percepatan s1 untuk guru, sehingga pemerintah babak belur mencari dana sementara hasil pendidikannya ……? ingat Pendidikan nasional jangan terjebab dengan berbagai pendapat dan saran oleh para petisi pendidikan meningkatkan pendidikan ade 3 poin 1) UU, peraturan, ketentuan PP, kebijakan pendidikan harus jelas dan tegas , pemerintah jangan sudah keluar uang banyak mengurus pendidikan tetapi hasilnya tetap saja kalah dari malaysia, singapura, dan mungkin kalah oleh berunai, Pemerintah harus tegas, jalankan kurikulum yang ada peraturan terhadap guru harus jelas fdan tegas beri gaji guru yang besar, kalau benar-benar memikirkan pendidikan.

    • terima kasih koment nya pa.
      saya berharap dengan adanya artikel ini menumbuhkan instropeksi ke dalam bagi guru untuk terus meningkatkan kinerjanya.
      anggap masukan ini adalah saran berharga yang digunakan sebagai cambuk untuk belajar kembali menjadi “sebenar benarnya” guru.
      Maju terus dunia pendidikan Indonesia 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s