Pendidikan Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2009 | 04:57 WIB

Jakarta, Kompas – Hasil ujian nasional tingkat SLTA dan yang sederajat seharusnya bisa digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri sehingga peserta didik tidak perlu lagi menjalani ujian masuk. Meski akan menghadapi banyak kendala, cara ini diyakini bisa mewujudkan pendidikan terintegrasi.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai acara serah terima jabatan dengan Bambang Sudibyo, Kamis (22/10) di kantor Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. ”Asal ada kemauan, pasti bisa dilakukan. Tak ada yang tidak bisa, tetapi perlu kerja sama dengan semuanya termasuk partisipasi masyarakat,” katanya.

Jika ingin berhasil, sistem pendidikan harus dibangun utuh dan terintegrasi, mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai tingkat tinggi. ”Ini yang sampai sekarang belum nyambung,” ujarnya.

Masalah pendidikan kompleks dan tak akan pernah selesai sehingga upaya memperbaiki dan meningkatkan sistem pendidikan tidak boleh berhenti. ”Kalau kita berhenti, masa depan juga akan berhenti. Apabila masa depan juga berhenti, itu berarti khatam (tamat) sudah,” kata Nuh.

Dalam pidato sertijabnya, Nuh berharap dunia pendidikan tidak menghasilkan lulusan yang cacat sosial, seperti selalu memikirkan diri sendiri, tidak mandiri, dan tidak memiliki kepekaan sosial.

Menurut Nuh, sistem pendidikan harus bisa membangun karakter budaya yang tidak semata-mata mengajarkan kesantunan, tetapi juga termasuk membangun keingintahuan intelektual (intellectual curiousity). Berbekal keingintahuan intelektual itu diharapkan muncul kreativitas dan dari kreativitas diharapkan akan muncul inovasi.

Rencana program

Selama 100 hari ke depan Nuh mengaku akan mencari program tahun 2010 yang menjadi motor penggerak dan bisa menjadi prioritas program lima tahun mendatang. Nuh juga bertekad menyelesaikan berbagai macam persoalan terkait keberadaan sekolah termasuk kelayakan sekolah.

”Kami berharap, tahun 2010 semua urusan keberadaan sekolah, termasuk soal kelayakan sekolah, tuntas lunas. Kita tak ingin lagi nanti ada cerita tentang sekolah yang roboh, rusak, atau bocor,” kata Nuh. (LUK)

Iklan

One thought on “Pendidikan Terintegrasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s