Efisiensi Jaringan

Jumat, 23 Oktober 2009 | 05:51 WIB

Ferry Santoso

Kompas. Ruang pameran produk Huawei Technologies Co Ltd di kawasan industri Huawei Technologies, Bantian Longgang, Shenzhen, China, sunyi. Tidak banyak pengunjung yang lalu lalang.

Orang yang berkunjung ke sana umumnya orang yang benar-benar ingin mengetahui produk unggulan Huawei. Salah satu produk yang dipamerkan adalah seperangkat peralatan stasiun penghubung atau base transceiver station (BTS) telekomunikasi seluler.

Produk BTS yang dipamerkan Huawei Technologies termasuk produk BTS terbaru dengan teknologi akses radio, yang dikenal dengan single radio access network (SingleRan).

Huawei Technologies sebagai perusahaan penyedia solusi jaringan telekomunikasi telah menawarkan BTS SingleRan dengan BTS generasi keempat sebagai komponen utama. BTS generasi keempat Huawei telah digunakan lebih dari 20 operator telekomunikasi di dunia.

Presiden Departemen Pemasaran CDMA dan WiMax Huawei Technologies Kevin Wu mengungkapkan, ada beberapa keunggulan BTS SingleRan. Pertama, BTS SingleRan digunakan untuk mendukung jaringan akses radio seluler untuk berbagai fungsi (multimode) teknologi telekomunikasi.

Misalnya, code division multiple access (CDMA), global system for mobile communications (GSM), dan worldwide interoperability for microwave access (WiMax). Dengan demikian, penggunaan BTS SingleRan lebih efisien.

Penggunaan BTS Single-Ran pun dapat menghemat pengeluaran biaya pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan gedung peralatan, transmisi, atau menara-menara BTS.

Solusi SingleRan Huawei Technologies memungkinkan para operator mencapai konvergensi penuh dari jaringan nirkabel, termasuk BTS dan stasiun pengendali telekomunikasi seluler atau base transceiver controller (BTC)

Selain itu, lanjut Kevin, BTS SingleRan sebenarnya dapat digunakan beberapa operator telekomunikasi. ”Secara teori, BTS SingleRan dapat digunakan oleh beberapa operator telekomunikasi,” katanya. Namun, dari sisi bisnis, penggunaan satu BTS untuk dua operator tidak mudah.

Hemat energi

Penggunaan BTS SingleRan pun dinilai lebih menghemat energi. Salah seorang petugas di ruang pameran Huawei Technologies mengungkapkan, dengan menggunakan BTS SingleRan, pemakaian listrik dapat dihemat dari 1.000 watt menjadi 456 watt.

Saat ini operator telekomunikasi di Jerman telah menunjuk Huawei untuk mengekspansi dan memperbarui jaringan seluler dan BTS. Direncanakan 8.000 BTS generasi keempat akan digelar di Jerman. Selain itu, T-Mobile juga telah menggunakan hampir 4.500 BTS generasi keempat dari Huawei untuk meremajakan jaringan generasi kedua yang ada di Ceko.

Saat ini pihak Huawei juga menawarkan BTS SingleRan kepada operator telekomunikasi di Indonesia. Namun, sejauh mana operator telekomunikasi di Indonesia dapat memanfaatkan BTS SingleRan dengan segala keunikan?

Geografis

Dengan kondisi geografis sebagai negara kepulauan dan daerah yang rawan bencana, penggunaan BTS yang memiliki banyak fungsi dan efisien di Indonesia memang dibutuhkan. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses layanan teknologi telekomunikasi dan informasi yang lebih cepat.

Di sisi lain, pembangunan menara-menara BTS oleh setiap operator telekomunikasi yang kurang efisien dan dapat merusak tata ruang dapat diminimalkan. Sebagai gambaran, jumlah menara telekomunikasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mencapai 560 buah. Dari jumlah itu, menara telekomunikasi yang memiliki izin mendirikan bangunan atau IMB sekitar 223 menara.

Anggota DPRD Kota Batam, Irwansyah, mengungkapkan, sampai Juni 2009, di Batam, ada sekitar 560 menara telekomunikasi yang dibangun operator telekomunikasi dan tersebar di beberapa tempat. ”Dari jumlah itu, berdasarkan data dari Dinas Tata Kota Batam, menara yang memiliki IMB hanya 223 buah,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Irwansyah, DPRD Kota Batam telah membuat regulasi pungutan retribusi menara telekomunikasi kepada operator telekomunikasi. Namun, ada surat keputusan bersama dari beberapa instansi pemerintah pusat yang melarang pungutan terhadap menara telekomunikasi.

Alasan pemerintah pusat melarang pungutan menara telekomunikasi itu, kata Irwansyah, adalah karena operator memberikan andil dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Infrastruktur itu penting untuk menarik investasi.

Akan tetapi, sejauh mana efisiensi pembangunan menara-menara oleh banyak operator telekomunikasi di Indonesia? Solusi SingleRan dari Huawei Technologies dengan BTS generasi keempat yang efisien mungkin dapat menjadi alternatif untuk mengefisienkan menara-menara telekomunikasi yang bertaburan selama ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s