Pengenalan Linux (1 dari 2)

( Sebagai dukungan p iyan akan Komunitas Linux CIrebon, seluruh message yang diterima akan p iyan forward dalam wordpress p iyan )

hidup open source indonesia !

Linux dan software open source telah melakukan suatu lompatan dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi bagi user yang datang dari dunia Windows yang tertutup, mekanisme internal Linux mungkin terlihat asing. Linux bukanlah Windows, dan meskipun ada beberapa kesamaan, teman harus menyadari bahwa ada beberapa “cara baru untuk melakukan sesuatu”, yang perlu dipelajari sebelum teman merasa nyaman dengan Linux. Linux merupakan duplikat open source dari UNIX, operating system yang lebih dulu dari DOS dan Windows, dan didesain untuk banyak user.

Coba lihat Windows XP, Windows 2000, Windows 98, Windows 95, dan Mac OS X. Masing-masing mempunyai komponen yang berbeda di dalamnya dan tampilan grafis yang berbeda. Bagaimana jika teman mau Media Player Windows XP, File Manager Windows 98, stabilitas Windows 2000, dan tampilan OS X semua dalam satu unit? Pada Linux, setiap bagian sistem adalah independen, jadi teman bisa menggabungkan setiap bagian untuk membuat OS teman sendiri. teman bisa memilih berbagai macam program untuk firewall, program lain untuk menjalankan media, dan yang lainnya untuk File Manager. Tidak seperti “menara” OS dari Microsoft, di mana semuanya terinterkoneksi dan bergantung kepada setiap aspek sistem, Linux tersebar: semuanya bekerja sama untuk suatu tujuan, tetapi vendor (bagian independent dari OS) bisa dikeluarkan, dan OS tetap akan berfungsi. Tidak ingin Media Player atau File Manager? Keluarkan! OS teman tidak akan runtuh seperti menara yang hancur. Modularitas inilah yang menyebabkan banyak distribusi Linux (biasanya disebut distro); setiap orang atau perusahaan bisa mengompilasikan program yang menurut mereka paling berguna, dan memberi nama kompilasi tersebut. RedHat, Xandros, SimplyMEPIS, dan SUSE semuanya adalah contoh distro. Beberapa distro yang lebih besar mempunyai peniru yang menggunakan setting mereka, tetapi mengubah program yang disertakan. Inilah cara Linux, dan pengompilasian ini memberi user banyak pilih pada jangka panjang. Distrowatch.com mencatat ada lebih dari 350 distribusi Linux. Cukup lihat saja dan sama sekali tidak sulit.

Hardware dan Software

Linux telah menempuh perjalanan jauh dalam beberapa tahun terakhir eksistensinya. Umurnya tidak sampai setengah Microsoft Windows, tetapi lebih powerful, lebih stabil, resource-nya lebih sedikit, dan grafisnya sama dibandingkan OS yang mahal tersebut. Satu hal yang belum dimiliki Linux adalah support dari vendor. Memang ada proyek untuk membuat program Windows berjalan di Linux, seperti CrossOver Office dan Wine, tetapi hasilnya beragam, bergantung kepada program tersebut. Sampai perusahaan software mengintegrasikan program mereka ke Linux, teman tidak akan bisa menjalankan mereka secara langsung. Namun, teman tidak kehilangan semuanya. Ada sekitar 15.000 program open source yang bisa jalankan di Linux. Karena program ini (biasanya), gratis maka kualitasnya beragam. Tetapi, sebagian besar program ditulis dengan baik dan terus dikembangkan. Program ini juga bisa mengimpor dan ekspor tipe file lain. GNUCash bisa membaca file QuickBooks, dan OpenOffice.org bias membaca file .docx Microsoft Word. Jika teman tidak suka GNUCash, jangan bersedih. Ada program lain yang sama yang juga gratis, dan semakin banyak perusahaan yang merilis versi Linux dari software mereka. Isu yang sama juga berlaku untuk hardware. Teman tidak bisa mengharapkan setiap hardware bisa digunakan di komputer Linux. Sebagai besar hardware standar bisa bekerja dengan sempurna; harddisk, RAM, drive USB, motherboard, dan kamera digital. Hardware yang lebih baru, yang lebih canggih lain lagi ceritanya. Sampai vendor hardware mendukung Linux maka untuk menggunakan hardware tersebut, harus ada anggota komunitas Linux yang mau menulis driver di waktu luangnya (dan gratis tentunya). Oleh karena itu, ada ketertinggalan dibandingkan Windows karena perusahaan hardware seringkali bekerja langsung dengan Microsoft untuk memastikan kompatibilitas, dan cenderung membiarkan sukarelawan Linux untuk memikirkan sendiri duku ngan hardware Linux. Laptop mempunyai hardware yang tidak standar; tidak mudah memetakan tombol khusus di Linux. Berita baiknya adalah sama seperti software, support vendor untuk hardware Linux semakin baik, karena semakin banyak perusahaan yang melihat masa depannya di Linux. Semua di antara hardware dan software di komputer Linux adalah kernel. Kernellah yang menghubungkan hardware ke software, dan kernel yang telah di-update, tersedia di Internet setiap beberapa minggu. Jika hardware teman sekarang tidak didukung, maka ada kemungkinan kernel yang lebih baru bisa membantu teman. Namun, menginstalasi sendiri kernel tidak selalu mudah; di sinilah Package Manager mengambil peranan.

Package Manager–Instalasi Program Dibuat (Lebih) Mudah

Ada banyak cara untuk menginstalasi program di Linux, tetapi yang paling mudah adalah dengan Package Manager (PM) distribusi teman. PM memastikan setiap file yang dibutuhkan (disebut dependensi) juga diinstalasi, supaya program berjalan dengan baik. Memilih distribusi sering kali bergantung kepada tipe PM yang teman suka, tetapi setiap software Linux bisa diinstalasi pada distribusi yang berbeda jika teman bisa mendapatkan paket yang bersangkutan. PM ini biasanya mempunyai gudang program mereka secara online. Instalasi suatu aplikasi semua mencari di gudang program, dan mengklik Install. Tidak menemukan IceWM atau Mplayer di daftar Package Manager teman? Selalu ada cara untuk mendapatkan apa yang teman cari. Beberapa contoh Package Manager menyertakan Synaptic (dengan basis dpkg dan Apt) untuk Debian; (dan turunannya); Yum untuk RedHat (dan turunannya); YaST2 untuk SuSE (dan turunannya); dan Emerge untuk Gentoo.

Home Directory

Windows punya My Documents, tetapi di mana teman menyimpan file yang bukan dokumen? Biasanya di desktop Windows! Linux bisa juga menyimpan di desktop, tetapi setiap user juga mempunyai home directory, biasanya berada di /home/user. Di dalam home directory ada Documents (/home/user/documents), link prog ram, musik (/home/user/Music), atau apapun yang kita inginkan. Kita bisa membuat file dan folder, dan mengatur seperti apapun yang kita inginkan, sama seperti Home pribadi sendiri. Bergantung kepada bagaimana permission diset, kita bisa membolehkan atau mencegah user mengakses fi le tersebut (kecuali user root).

Ctrl-Alt-Escape

Menekan tombol kombinasi Ctrl-Alt-Escape (force quit) mengubah mouse menjadi, X, tengkorak dan tulang, atau beberapa kursor mouse yang menyeramkan lainnya. Pada mode ini, jika mengklik pada aplikasi yang tidak respon atau diam, maka itu akan menghentikannya. Ini sama dengan End Process di Task Manager Windows, tetapi gunakan secara hati-hati. Jika teman tidak ingin menghentikan apapun, gunakan tombol Esc untuk keluar dari kill mode.

Internet Sebagai Teman teman

Banyak distro yang mempunyai User’s Forum di mana pertanyaan, jawaban, dan tip disebarluaskan. LinuxQuestion.org merupakan situs yang baik untuk mendapatkan pengetahuan dan help tentang Linux secara keseluruhan. Ingat, sebelum mem-posting pertanyaan ke suatu forum, coba cari pertanyaan teman (pada LQ dan Google atau Yahoo!) untuk menghindari adanya pertanyaan yang sama, atas permasalahan yang sudah terselesaikan. Selain itu, cek umur solusi yang teman temukan, karena jawaban yang sudah lama bias saja tidak sesuai lagi dengan dunia software open source yang berkembang cepat. Pada waktu mengajukan suatu pertanyaan, berikan informasi sebanyak mungkin mengenai sistem teman, seperti jenis prosesor (Intel atau AMD atau Apple PPC?), distribusi teman (Ubuntu? SuSE? Debian? RedHat?), program yang bermasalah, dan informasi lainnya yang relevan.

Ayo coba linux di komputermu ! Bisa dicoba dulu tanpa harus nginstall, namanya kemampuan liveCD. Cd ini juga bisa untuk nyelametin datamu saat OS-mu rusak. Yang mau cd installer dan repositorinya (Ubuntu 8.04, 9.04, 9.10), hubungi Lurah Kincir di kota tempatmu, kalo gak, tulis aja permintaanmu di forum grup ini.

Lurah :

Jakarta : Wisnu Wardhana, Gunadarma 08 ; wakalur : Refaldo Fanter, UI 08
Bandung : Anshor, ITB 09 ; wakalur : Fajar kembar, UPI 09
Cirebon : Halim, SMA N 1 Cirebon
Tangerang : Ketua (Pandu Wicaksana), Alumni Elins UGM 08
Yogyakarta : Muh. Anis Al Hilmi, UGM 08 ; wakalur : Irfan Nurudin, UGM 08
Semarang : <dibutuhkan>
Surakarta :<dibutuhkan>
Surabaya : <dibutuhkan>
Palembang : <dibutuhkan>
Jerman : <dibutuhkan>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s