Rentan Terima Sumbangan

Tuesday, 07 July 2009
KEJAKSAN – Berbeda dengan pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) di tingkat SMPN dan SMAN, untuk tingkat SDN Perwali PSB tak mewajibkan ada tes masuk formil bagi siswa pendaftar. Anggota Komisi C DPRD Kota Cirebon, H Azrul Zuniarto SSi Apt menyebutkan mekanisme proses PSB untuk tingkat SDN mengacu pada Perwali PSB, berdasar pada kesiapan usia calon siswa yang minimal mesti berusia 6 tahun.
“Dan faktor non teknis yang juga jadi prioritas penting adalah lokasi tempat tinggal calon siswa yang berdekatan dengan lokasi SDN bersangkutan,” kata dia, kemarin.
Ketiadaan tes seleksi masuk seperti halnya tingkat SMPN dan SMAN, lanjut Azrul, menjadikan kewenangan PSB di tingkat SDN mutlak masih dipegang masing-masing kepsek. “Kepsek SMPN dan SMAN pada PSB kali ini tidak berwenang memastikan siapa yang berhak diterima masuk di sekolahnya, karena ada mekanisme tes masuk yang sepenuhnya kewenangan siapa yang lolos tes ditentukan langsung oleh Disdik,” kata dia.
Karena kepsek SDN masih memiliki kewenangan menentukan calon siswa mana yang berhak masuk, tambah Azrul, maka seperti tahun sebelumnya rentan menerima sumbangan dari orang tua murid yang memaksa anaknya agar bisa diterima.
“Saat ini ketentuan berlaku masuk SDN itu sama sekali gratis, kecuali biaya seragam dan penunjang kebutuhan lain. Jadi, biaya pendaftaran pun sebenarnya tidak ada, termasuk segala sumbangan baik formal maupun non formal juga tidak ada,” jelasnya.
Soal faktor persyaratan usia yang cenderung jadi polemik di tengah masyarakat, Azrul menegaskan, mengacu pada Perwali PSB, maka calon siswa yang memiliki minimal usia 6 tahun boleh diterima, walau memang prioritas pihak sekolah biasanya mengutamakan yang berusia tepat 7 tahun.
“Pertimbangan lain yang penting adalah SDN bersangkutan mesti mengutamakan calon siswa bertempat tinggal di sekitar lingkungan sekolah, agar meringankan beban orang tua,” tuturnya seraya membeberkan, tahun lalu beberapa SDN menerima sumbangan tidak jelas atas kepentingan mengakomodir paksaan orang tua murid yang ingin anaknya diterima.
Disinggung bagaimana peran dewan dalam menciptakan proses PSB yang lebih baik lagi di tahun ini, Azrul mengungkapkan, pihaknya siap menerima aduan yang disertai data dan fakta dari tiap lapisan masyarakat. “Selama ada bukti kuat, dan sesuai fakta, dewan siap menindaklanjuti aduan tersebut. Asal jangan memberi laporan tidak jelas, yang bisa memperkeruh suasana,” ujarnya.

**KELAR
Terkait proses koreksi terhadap hasil tes seleksi yang telah dijalani 13.447 pelajar yang ingin melanjutkan ke tingkat SMPN dan SMAN di Kota Cirebon, Kadisdik Drs Dedi Windiagiri MPd MM membeberkan proses koreksi telah selesai, Minggu malam (5/7). “Sebagai bagian dari pengawasan, hari ini (kemarin, red), saya akan mengecek langsung hasil koreksi. Saya ingin tahu seperti apa hasilnya,” kata dia kepada Radar di ruang kerja.
Di mana proses koreksi dilakukan? Dedi menyebutkan di sebuah tempat berbentuk wisma di Kota Cirebon. “Maaf Mas, tempatnya tidak bisa dipublikasikan, karena rahasia sekali. Sebab kalau diumumkan, boleh jadi transparansi yang ada malah kebablasan,” tuturnya.
Dedi menerangkan, proses selanjutnya pada PSB TA 2009/2010, hari ini (7/7), Disdik akan mengundang semua kepsek SMPN dan SMAN untuk menggelar bursa PSB. Bursa PSB dimaksud, sambung Dedi, adalah pembagian siswa sesuai pilihan 1 dan 2 dari tiap sekolah yang diinginkan calon siswa.
“Bila pada pilihan satu seorang siswa tidak masuk, akan dicoba dimasukkan ke pilihan kedua. Namun bila sesuai passing grade sekolah pilihan kedua tidak masuk juga, maka otomatis siswa tersebut gagal masuk ke sekolah negeri,” ungkapnya. (ron)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s