Fasilitas bagi Siswa Brilian Masih Terbatas

Selasa, 21 April 2009 | 02:41 WIB

Jakarta, Kompas – Fasilitas yang disediakan pemerintah dan perguruan tinggi di dalam negeri bagi anak-anak brilian masih sangat terbatas. Sejauh ini perguruan tinggi negeri tidak secara khusus melakukan talent scouting atau pencarian anak berbakat.

Seperti diwartakan sebelumnya, siswa-siswa brilian dari sejumlah sekolah di Indonesia diburu perguruan tinggi terkemuka di Singapura. Mereka ditawari berbagai fasilitas, seperti beasiswa, subsidi biaya kuliah, hingga pinjaman bank tanpa agunan (Kompas, 20/4).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso mengatakan, Senin (20/4), ITB telah memberikan kemudahan kepada siswa berprestasi, tetapi tetap ada batasan-batasan. Kemudahan terutama diberikan kepada para peraih medali emas olimpiade keilmuan. Mereka dapat masuk tanpa tes dan dibebaskan dari sumbangan dana pengembangan akademik.

”Hanya saja, untuk SPP (sumbangan pembangunan pendidikan), jika mereka tidak mampu membayar, baru dapat mengajukan ke universitas untuk mendapatkan bantuan. Begitu juga dengan biaya hidup,” ujarnya. Terdapat 6.000 beasiswa dengan dana belasan miliar rupiah yang diberikan ITB kepada para mahasiswa. Landasan pemberian beasiswa tersebut terutama dilihat dari kemampuan finansial.

Djoko mengatakan, tidak secara khusus melakukan perburuan murid bertalenta ke sekolah. Promosi-promosi perguruan tinggi lebih banyak melalui situs web di internet. ”Kalau Singapura lebih agresif, itu wajar karena mereka berburu. Kami cenderung memberikan perlakuan yang sama dan adil,” ujarnya.

Universitas Diponegoro juga sudah memberikan beasiswa. Terdapat 6.240 beasiswa yang disediakan. ”Beasiswa itu bagi yang berprestasi dan mahasiswa tidak mampu secara finansial,” ujar Rektor Universitas Diponegoro Susilo Wibowo.

Deputi Direktur Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, UI bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional merekomendasikan para siswa berprestasi tersebut.

Para siswa yang direkomendasikan berkuliah di UI dengan biaya Departemen Pendidikan Nasional hingga selesai. Kemudahan itu diberikan bagi peraih medali emas olimpiade skala nasional dan penerima medali emas dan perunggu untuk olimpiade skala internasional.

Universitas swasta juga sudah mulai memberikan kemudahan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) Eka Julianta Wahjoepramono mengatakan, UPH dapat mensponsori 3-5 orang per tahun calon mahasiswa brilian untuk mendapatkan pendidikan kedokteran gratis. ”Biaya hidup dan buku memang tidak ditanggung, tetapi itu relatif tidak tinggi,” ujarnya.

Mereka juga dijamin akan mendapatkan pekerjaan di rumah sakit yang bekerja sama dengan UPH. Pendidikan kedokteran totalnya menghabiskan biaya Rp 400 juta hingga wisuda.

Direktur Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional Sungkowo Mudjiamanu mengatakan, sesuai dengan pernyataan Presiden RI, pemerintah akan memberikan beasiswa penuh hingga strata pendidikan doktor di universitas mana pun di dunia kepada peraih medali emas olimpiade sains.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s