Kebersihan Sekolah Tanggung Jawab Siapa?

Rina Fatimah (Trainer Makmal Pendidikan)

(di ambil dari sahabat guru indonesia)

Kebersihan sekolah tanggung jawab siapa? Pertanyaan tersebut terlintas dibenak saya ketika Pak Mukiman (salah satu guru di sekolah pandampingan) merasa keberatan jika guru selalu disalahkan terhadap lingkungan sekolah yang kotor. “saya dah capek bu nyuruh anak-anak . Coba aja ibu lihat guru kelas satu setelah anak-anak pulang sekolah, yang sibuk nyapu yah guru-gurunya. Besok pas anak-anak masuk juga dah kotor lagi” jelas Pak Mukiman dengan nada sedikit kesal. Sebenarnya keluhnya ini berawal ketika sekolah Beliau kedatangan tamu. Lalu beliau menceritakan bahwa tiba-tiba saja tamu tersebut menegur guru karena tidak bisa menjaga kebersihan sekolah.
Guru adalah teladan bagi anak-anak. Mau tak mau, guru memiliki peranan penting dalam mewujudkan sekolah yang bersih dan nyaman. Jadi tamu yang datang ke sekolah Pak Mukiman tidaklah salah jika tamu tersebut langsung menegur gurunya. Permasalahan mengatasi lingkungan sekolah yang bersih bukanlah suatu hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun, jika masalah ini tidak segera diatasi, sekolah akan menjadi sumber penyakit bagi siswa-siswanya.
Di dalam Islam, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan akan menciptakan keindahan. Setiap manusia pasti menyukai keindahan karena keindahan akan mendatangkan kenyamanan.sekolah yang bersih membuat siswa nyaman belajar. Jadi pada hakikatnya mengatasi kebersihan lingkungan sekolah tidaklah terlalu sulit. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru namun membutuhkan kesabaran yang ektra dalam mengatasi siswa-siswa yang membandel. Mulai dari guru selalu memberi contoh bila membuang sampah selalu di tempatnya, guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah sembarangan terutama pada saat siswa-siswi makan dan minum dalam kelas, bungkusnya ditaruh dalam glodok bangku dan mencatat siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan pada buku saku/ buku pelanggaran.

Cara lain yang bisa dilakukan yakni mendirikan Bank Sampah. Bank sampah ini bertujuan untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan oleh siswa dari lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Sampah-sampah tersebut dibeli dari para siswa untuk kemudian dijual kembali kepada pengepul . Pengepul yang akan menentukan nilai ekonomis dari sampah-sampah tersebut. Uang yang diperoleh dari pengepul tersebut akan dimasukkan ke dalam tabungan sampah yang dimiliki oleh siswa.
Selain itu, Guru pun bisa menjadikan sampah-sampah tersebut menjadi media pembelajaran atau sumber pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa atau diolah kembali menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai tambah oleh para siswa. Barang ketrampilan tersebut berupa keset, bunga kering, daur ulang kertas dan hiasan dinding. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s